MEDAN – Demi meningkatkan nilai kebijakan museum dalam pengelolaan dengan cara memperbaiki sistem, museum tsunami Aceh melakukan benchmarking ke Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery di Medan, 24-28 Oktober 2022.

“Kegiatan benchmarking ini dalam rangka meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas program dan pelayanan, serta hal lainnya dengan memanfaat kebijakan manajemen dari museum lain yang dianggap lebih baik,” sebuat Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh M Syahputra AZ.

Kegiatan yang diikuti oleh sebagian besar staf museum tsunami Aceh juga melibatkan staf museum negeri Aceh serta pegawai sekretariat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Syahputra menyebutkan, pemilihan Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery sebagai tempat untuk kegiatan benchmarking karena telah berhasil menyabet berbagai penghargaan, termasuk sebagai museum terbaik di Indonesia.

“Meningkatkan kapasitas SDM museum sangat dibutuhkan apalagi museum tsunami yang saat ini berstatus UPTD ke depan akan menuju BLUD,” imbuh Syahputra, Rabu, 27 Oktober 2022.

Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibitas dalam pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya.

“Dengan adanya kegiatan ini, semoga kawan-kawan dari Aceh mendapatkan ilmu baru tentang pengelolaan administrasi dan keuangan, pengelolaan koleksi museum, serta pengelolaan sumber daya manusia yang bisa diterapkan pada museum tsunami nantinya,” harap Syahputra.

Direktur Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery, Nelly R menyebutkan, museum Rahmat diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Juwono Sudarsono pada tanggal 14 Mei 1999.

“Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery memiliki koleksi lebih kurang 2600 species satwa yang berasal dari berbagai negara,” kata Nelly.

Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery telah menerima penghargaan sebgai juara umum penganugerahan museum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019 juga mendapat penghargaan sebagai objek wisata terbaik di Indonesia, khususnya di kota Medan.

Sebagai tempat edukasi, Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery juga berfungsi sebagai lembaga konservasi, riset dan penelitian.

Owner Rahmat Internasional Wildlife Museum & Gallery, Rahmat Syah, sangat mengapresiasi kegiatan museum tsunami selama di kota Medan.

“Saya sangat senang dengan hadirnya pimpinan serta jajaran staf museum tsunami di museum kami, semoga silaturahmi ini terus terjalin,” ujar Rahmat.

Lebih lanjut, Rahmat menceritakan pengalamannya yang ikut terlibat langsung dalam proses rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pasca musibah gempa dan tsunami 2004 silam.

“Saya ada buat film tentang tsunami Aceh walaupun kini telah usang mungkin dapat berguna dan saya hibahkan film tersebut buat saudara saya di Aceh melalui museum tsunami Aceh,” tutup Rahmat.

SHARE
Aulia Fitri
Blogger, Citizen Journalism, Social Media Interest, Digital Media | CEO of genpinews.com. Contact on Twitter @hack87

Leave a Reply