PAYAKUMBUH – Apa yang terlintas dibenak Anda saat melihat orang berkuda sembari memanah? Yup, pasti mirip dengan adegan yang ada di film-film bukan.

Kali ini giliran Ranah Minang yang menggelar kegiatan perlombaan panahan berkuda atau Horseback Archery yang bertajuk “Liga Bulkiyo”, Minggu (29/9/2019) di Lapangan Pacuan Kuda Kubu Gadang Kelurahan Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur.

“Selamat datang di Payakumbuh dan selamat berkompetisi kepada atlet-atlet panahan dari berbagai provinsi dan juga mancanegara. Payakumbuh yang hanya kota sekecil ini bisa menjadi tuan rumah iven internasional, saya merasa terhormat sekali, luar biasa ini,” ujar Riza Falepi dalam sambutannya.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi membuka langsung kegiatan tersebut yang ikut disaksikan langsung presiden organisasi panahan berkuda dunia atau World Horseback Archery Federation (WHAF) Grand Master Kim Youngsup dari Korea.

Pelaksana Liga Bulkiyo ini sendiri diinisiasi oleh Perkumpulan Olahraga Panahan Berkuda Indonesia atau yang akrab disebut KPBI, dibawah supervisi organisasi panahan berkuda dunia World Horseback Archery Federation (WHAF).

WHAF adalah organisasi dunia yang menaungi olahraga tradisional Panahan Berkuda di bawah badan dunia UNESCO. Lembaga ini didirikan pada 10 Oktober 2004 di Korea Selatan.

Dikatakan Riza, dirinya merasa beruntung dengan adanya event tersebut karena bisa memberikan dampak ekonomi lebih bagi warga Kota Payakumbuh.

“Dengan adanya event ini jelas akan memberikan dampak bagi kami. Pertama jelas, makin banyak orang datang ke Payakumbuh maka makin hidup kotanya, perekonomiannya, pariwisatanya dan semuanya,” ujar Riza.

Gubernur Irwan Prayitno sangat mengapresiasi pelaksanaan Liga Bulkiyo tersebut. Menurutnya, kegiatan yang berisi lomba panahan bergabung dengan berkuda membaw semangat kepahlawanan.

“Ini kegiatan yang bagus sekali, didalamnya ada spirit kejuangan dan kepahlawanan. Ini juga sejalan juga dengan sunnah nabi kita Muhammad yang menganjurkan untuk berolahraga berkuda dan memanah. Semangat ini perlu kita wariskan kepada generasi muda kita,” ujar Gubernur Irwan.

Gubernur Irwan mendorong agar Liga Bulkiyo dijadikan agenda tahunan di Kota Payakumbuh. Pemko Payakumbuh diminta memasukannya kedalam kalender pariwisata kota.

“Masukkan ini jadi agenda pariwisata kota, saya yakin, dengan kalender wisata yang jelas akan membuat banyak guide-guide wisatawan membawa rombongan kesini untuk menyaksikan Liga Bulkiyo ini,” terangnya.

Panahan berkuda merupakan jenis olahraga tradisional yang tidak masuk ke dalam kategori olahraga olimpiade. Melainkan aktivitas pelestarian kebudayaan dan tradisi ketangkasan dan kemahiran memanah di atas kuda, berdasarkan literatur dan sejarah masa lalu.

Pada pelaksanaan lomba yang berlangsung selama dua hari tersebut, 28-29 September dihadiri atlet dari 14 provinsi di Indonesia dan 4 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Turky dan Korea.

SHARE
Admin
GenPINews.com merupakan buah karya dari Generasi Piknik Indonesia yang dikelola oleh Tim Redaksi GenPI News Indonesia dengan jaringan yang ada di seluruh Indonesia.

1 COMMENT

Leave a Reply