MEDAN – Usai berkeliling Kota Medan, Famtrip Media India berlanjut ke Danau Toba. Perjalan yang ditempuh dengan jalur darat, Selasa (27/8/2019) lalu ini menempuh perjalanan sekitar 4 jam, peserta tetap menikmatinya. Apalagi, mereka singgah di sejumlah lokasi. Perjalanan terasa menyenangkan.

Selama perjalanan, peserta sangat menikmat suasana alam, kuliner khas, hingga destinasi wisata. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan, jalan darat menuju Kawasan Danau Toba sangat unik dan menarik.

“Durasi perjalanan darat menuju Kawasan Danau Toba saat ini cukup panjang. Namun, wisatawan akan mendapatkan beragam experience yang menarik. Sebab, poros darat Medan-Danau Toba menawarkan banyak sisi unik untuk dieksplorasi. Dijamin perjalanan wisatawan justru semakin berwarna,” ungkap Nia.

Usai menempuh perjalanan 1,5 jam dari Kota Medan, peserta Famtrip Media India singgah di Pabatu, Tebing Tinggi. Pemberhentian pertama ini menawaran kesegaran khas perkebunan sawit. Rimbun dan hijaunya perkebunan langsung menyejukan mata. Sembari rehat, mereka menikmati kelapa muda. Di sini juga disajikan kuliner khas berupa lemang. Beberapa peserta mengabadikan momen melalui kameranya.

“Beristirahat sejenak di perkebunan sawit terasa sangat menyenangkan. Rute darat ini memang di kelilingi oleh perkebunan sawit. Sembari beristirahat, siapapun juga bisa memproduksi konten unik untuk media sosial. Dengan karakter khasnya, spot ini sangat bagus. Lokasinya juga bersih,” terang Nia lagi.

Di wilayah Tebing Tinggi, wisatawan juga bisa menikmati kuliner khas Roti Kacang. Wilayah ini memang menjadi sentra produksi tanaman kacang, khususnya di perbatasan Tebing Tinggi-Simalungun. Selain perkebunan sawit, wisatawan juga bisa menikmati hijaunya hutan karet. Experience semakin lengkap dengan spot Paten. Di sana ada kuliner Tang Tang, Teng Teng, Tong Tong, dan Pengkang.

“Selalu ada kejutan menarik di sepanjang perjalanan darat menuju Kawasan Danau Toba. Pokoknya para wisatawan akan puas. Belum lagi ada beberapa destinasi luar biasa yang bisa dieksplorasi. Seluruh spot ini dijamin akan memberi kesan positif,” tegas Nia.

Perjalanan semakin berkesan saat berada di Pematang Siantar. Kota ini memiliki destinasi luar biasa berupa Vihara Avalokitesvara. Lokasinya berada di Jalan Pusuk Buhit, Karo, Siantan Selatan, Kota Pematang Siantar.

Vihara Avalokitesvara semakin eksotis dengan patung Dewi Kwan Im yang memiliki ketinggian 22,8 Meter. Para peserta famtrip pun langsung menyebar memburu konten foto dan text terbaik.

“Perjalanan darat menuju Danau Toba banyak menyingkap sisi eksotis. Semuanya bisa dinikmati secara utuh. Vihara Avalokitesvara ini sangat luar biasa. Tingginya patung Dewi Kwan Im selalu menarik perhatian. Sebab, dari kejauhan patung ini sudah kelihatan,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional III Kementerian Pariwisata Sigit Wicaksono.

Pembangunan Vihara Avalokitesvara membutuhkan waktu 3 tahun. Patung Dewi Kwan Im setinggi 22,8 Meter ini didatangkan langsung dari Tiongkok. Bahan utamanya batu granit. Pada sisi lainnya, terdapat catur mahadewa atau malaikat pencatat perilaku umat manusia. Ada juga lonceng besar dan roda doa. Area ini juga dilengkapi oleh 33 patung Dewi Kwan Im ukuran lebih kecil plus Taman Teratai.

“Destinasi ini selalu ramai oleh wisatawan. Ada banyak spot instagramable yang bisa dieksplorasi di sini. Pokoknya membuat konten media sosial di sini akan mendapat banyak like juga comment positif. Jadi, kemegahan dan keunikan Vihara Avalokitesvara harus dieksplorasi,” kata Sigit lagi.

Sesampainya di Kawasan Danau Toba, peserta Famtrip Media India mengunjungi Pusat Informasi Geopark Nasional Kaldera Toba. Ada beragam informasi lengkap seputar Danau Toba yang bisa didapat para wisatawan di sini. Penyajiannya sangat menarik dengan konsep audio visual. Untuk informasi sejarah lahirnya Danau Toba bisa disimak melalui spot Super Volcano Toba.

Pusat Informasi juga menampilkan spot Keragaman Geologi. Di sini, wisatawan diperkenalkan dengan beragam batuan penyusun Kawasan Danau Toba, lengkap dengan sedimentasinya. Ada juga Keragaman Flora dan Fauna. Fauna khasnya berupa Siamang, Kra Monkey, hingga Beruk. Spot lainnya Kearifan Lokal yang berisi konten Ulos, Tortor, Agriculture, Artefak (Sidabutar), Rumah Adat Bolon, dan Gorga.

“Perjalanan darat dari Medan ke Danau Toba banyak menawarkan value. Wisatawan dijamin akan puas. Jadi mereka bisa mengenal berbagai destinasi menarik yang ada di sekitarnya. Kawasan ini memiliki beragam kuliner khas. Nantinya perjalanan akan singkat kalau tol sudah tersambung semuanya,” kata Kabid Area I Regional III Kemenpar Pupung Thariq Fadhillah.

Kota Medan dan Kawasan Danau Toba nantinya akan terhubung dengan tol. Proses pengerjaan jalan tol saat ini sudah masuk ke sesi 3 Tebing Tinggi-Serbelawang dengan panjang 30 Km. Dikerjakan mulai Juli, ruang tol ini akan selesai pada 2020. Bila seluruh ruas tol tersambung, jarak tempuh antara Kota Medan ke Kawasan Danau Toba hanya 90 menit saja.

“Wisatawan tidak akan pernah bosan di Sumatera Utara. Alam dan budaya disana sangat eksotis. Menggunakan perjalanan darat, wisatawan akan kaya experience. Jadi silahkan nikmati perjalanan darat menuju Danau Toba,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

SHARE
Admin
GenPINews.com merupakan buah karya dari Generasi Piknik Indonesia yang dikelola oleh Tim Redaksi GenPI News Indonesia dengan jaringan yang ada di seluruh Indonesia.

Leave a Reply