BANDA ACEH – Pakar kuliner Chef William Wongso yang ikut hadir mengisi salah satu agenda kegiatan di Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 beberapa waktu lalu ikut angkat bicara tentang masakan Aceh yang memiliki cita rasa kuat dalam setiap menunya.

“Membicarakan kuliner Aceh itu selalu menyenangkan karena sangat kuat cita rasa yang dihadirkannya,” kata William.

Di masakan Aceh, menurut William, ada asam, gurih, dan pedas. Ia menganggap, kekuatan rempah dalam masakan Aceh sangat luar biasa.

“Ragam olahannya banyak. Ini menjadi keunggulan tersendiri dari kuliner Aceh,” ujarnya.

Lantas apakah kuliner Aceh bisa berbicara dikancah global?

“Itu semua tergantung dari peran seluruh pihak. Kalau rasa saya sudah tidak ragu. Teknik penyajian serta keinginan untuk membawa kuliner Aceh ke kancah global itu yang harus diperhatikan. Kalau saya bilang kuliner Aceh mampu bersaing dengan kuliner lainnya,” imbuhnya.

Contoh konkritnya masakan Padang. Secara rasa, kuliner Aceh jelas hampir mirip. Cuma berbeda sedikit di rasa asamnya. Dari segi penyajian hingga cerita di balik kuliner tersebut terserap dengan baik oleh banyak pihak. Hal tersebut membuat masakan Padang bisa tampil di kancah global.

“Kalau mau masuk ke pasar global, masuk dari negeri tetangga Malaysia. Karena lidah orang Malaysia hampir mirip dengan lidah masyarakat Aceh. Dari situ baru menyebar ke negara lainnya,” ujar chef senior itu.

SHARE
Admin
GenPINews.com merupakan buah karya dari Generasi Piknik Indonesia yang dikelola oleh Tim Redaksi GenPI News Indonesia dengan jaringan yang ada di seluruh Indonesia.

Leave a Reply