BANDA ACEH – Ingin merasakan suasana berbeda di bulan Ramadhan ini? Datang saja ke Aceh. Sebab, sedang ada Festival Ramadhan 2019. Dijamin Anda akan mendapatkan pengalaman berbeda dari kegiatan ini.

Festival Ramadhan 2019 sudah dibuka secara resmi pada 7 Mei lalu. Pembukaannya dilakukan di Taman Budaya Aceh yang berlangsung hingga 21 Mei.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, Aceh selalu memberikan yang terbaik saat Ramadhan.

“Aceh selalu memiliki caranya sendiri untuk menjaring wisatawan. Terlebih di saat Ramadhan seperti saat ini. Nuansa Islami sangat terasa kental di sana. Hal itu dimungkinkan karena Aceh dikenal dengan provinsi yang sudah menjalankan Syariat Islam. Wisatawan muslim dalam dan luar negeri pasti akan senang bisa melewatkan Ramadhan yang syahdu di Aceh. Terlebih saat sedang ada kegiatan seperti Festival Ramadhan 2019,” papar Rizki, Sabtu (11/5/2019).

Festival Ramadhan sendiri lebih dari sekadar event. Festival ini adalah ajang silaturahmi. Juga memperkuat status Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal.

“Pemerintah Provinsi Aceh sudah memasukkan Festival ini ke dalam calendar of event 2019 mereka. Yang artinya, Aceh memang membidik wisatawan dalam luar negeri dari event ini. Khususnya wisatawan muslim. Hal ini terkait juga dengan status Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal,” katanya.

Sajian dalam Festival Ramadhan 2019 sengat lengkap. Ada kuliner khas Bumi Serambi Mekkah. Ada juga atraksi budaya. Menariknya, bukan hanya budaya lokal yang disajikan. Tarian Timur Tengah juga ada. Yang pasti, semua yang disajikan sangat kental dengan nuansa Islami.

Festival ini menyiapkan 26 stand kuliner. Ada kuliner tradisional Aceh hingga kuliner nusantara. Lalu ada juga 16 stand non kuliner yang diisi oleh para pelaku UMKM di Aceh. Even ini dibuka mulai sore hingga saat berbuka puasa, kemudian istirahat dan dilanjutkan lagi usai pelaksanaan ibadah shalat tarawih dengan aneka kegiatan.

“Salah satu keunggulannya, di event ini pengunjung juga bisa menikmati takjil berbuka puasa gratis,” jelas Rizki yag biasa disapa Kiki.

Sedangkan Asdep Strategi dan Komunikasi Pemasaran I Hariyanto menambahkan, konten dalam Festival Ramadhan sangat beragam. Sebagian besar berisikan syiar dan syair.

Seperti Pentas dan Lomba Seni Budya Islami, Pameran Budaya Islami, Pemutaran Film Islami, Buka Puasa Bersama, Tausyiah, dan kegiatan pendukung menarik lainnya.

“Festival Ramadhan 2019 diharapkan tidak hanya menjadi media untuk Beribadah saja. Lewat kegiatan ini kita juga merangsang hadirnya kreativitas dan entrepreneurship. Juga berbagi dengan sesama wisatawan,” katanya.

Hariyanto menambahkan, selama di Aceh wisatawan juga menggali potensi wisata lainnya. Sebab, Aceh juga kaya dengan peninggalan masa lalu. Ada situs sejarah Islami dan Tsunami, kuburan massal, pesantren, Museum Tsunami. Ada juga kuburan para tokoh atau ulama kharismatik Aceh, seperti Syech Abdurauf Al Singkili, Nurdin Araniri, Sheikh MudaWaly, Ali Hasjmy, dan sebagainya.

“Hal-hal inilah yang membuat nuansa Ramadhan di Aceh akan terasa sangat berbeda. Karena isinya tidak melulu mengenai buka puasa. Banyak agenda yang akan disajikan. Semua akan memanjakan wisatawan,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, berharap Festival Ramadhan 2019 memberikan pengalaman baru buat wisatawan. Khususnya wisatawan mancanegara.

“Aceh adalah tujuan bagi wisatawan muslim. Termasuk wisatawan muslim mancanegara, seperti Malaysia. Oleh karena itu, event Festival Ramadhan harus memberikan pengalaman baru buat wisatawan. Pengalaman yang tidak bisa mereka lupakan dan akan membuat mereka kembali lagi,” katanya.

Menurutnya, Aceh juga bisa mengemas kegiatan dengan melibatkan Masjid Raya Baiturrahman.

“Bagaimana pun Masjid Raya Baiturrahman adalah landmark Aceh. Ikon Bumi Serambi Mekkah. Saat orang membicarakan Aceh, yang terpintas adalah Masjid Raya Baiturrahman. Jadi tidak ada salahnya membuat event yang melibatkan Masjid Raya Baiturrahman. Jadi wisatawan bisa menjalankan ibadahnya sekaligus beriwisata,” paparnya.

SHARE
Admin
GenPINews.com merupakan buah karya dari Generasi Piknik Indonesia yang dikelola oleh Tim Redaksi GenPI News Indonesia dengan jaringan yang ada di seluruh Indonesia.

1 COMMENT

Leave a Reply