BATAM – Paket wisata Hot Deals Kepri ditargetkan terjual hingga sejuta paket sepanjang 2019 agar upaya untuk menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) dari kawasan perbatasan semakin optimal.

Pada 2018, paket wisata Hot Deals Kepri tercatat berhasil terjual 700 ribu paket. Tahun ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali meluncurkan Hot Deals Kepri 2019 yang diharapkan bisa terjual mencapai sejuta paket.

Program hot deals menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata pada 2019. Untuk itu pelaku industri pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau diharapkan turut mendukung program tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Rapat Sinkronisasi Dukungan Stakeholder Melalui Program Hot Deals di Radisson Hotel, Batam, menjelaskan, program border tourism yang paling besar ada di Kepri dengan 32 event di Kepri untuk menggaet wisman dan anggaran untuk hot deals mencapai Rp26 miliar. Anggaran tersebut tercatat paling besar untuk program crossborder di Indonesia.

“Saya mengajak semua pelaku industri di Batam, Bintan, dan Kepri untuk mendukung program Hot Deals, dengan memberikan potongan harga kepada wisatawan mancanegara, terutama saat musim rendah kunjungan (low season),” kata Arief Yahya, Kamis (11/4/2019).

Menpar Arief memaparkan programnya di hadapan sekitar 260 industri pariwisata di Kepri yang hadir. Arief Yahya juga mengajak para pelaku industri untuk memberikan insentif berupa potongan harga. Menurut dia, para pelaku wisata tidak akan merugi karena program itu ditawarkan pada musim rendah kunjungan.

“Hot Deals pada dasarnya menjual paket wisata pada saat ‘low season’. Menjual sesuatu yang kurang laku. Misal hotel di Batam okupansi tinggi saat weekend, saat weekdays drop. Dari pada tidak laku, biaya operasional tetap harus dibayar ’fix cost’ tetap jalan, maka weekdays dijual dengan paket hot deals” katanya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, paket hot deals diterapkan dengan konsep “sharing economy” yaitu menjual barang atau jasa yang tidak laku atau excess capacity dengan memberikan diskon yang besar. Arief Yahya juga mengarahkan program hot deals ke segmen milenial.

Program ini akan mendorong wisman berkunjung atau memancing minat wisman yang bila semula calon wisman tidak ada rencana. Terlebih bila menggarap untuk millennials traveller.

“Sekitar 26 persen dari jumlah wisman ke Kepri adalah milenial. Target itu belum cukup, minimal 50 persen adalah milenial dari jumlah kunjungan. Dengan adanya tawaran diskon besar, mereka terdorong untuk melakukan perjalanan wisata ke Indonesia,” ujar Arief.

Arief Yahya mengapresiasi keberhasilan di Kepri pada tahun lalu dalam menjaring wisman, dengan melibatkan komponen pelaku usaha yang bergerak di unsur 3A (aksesibilitas, atraksi, dan amenitas). Hal itu didukung penyelenggara transportasi (pengusaha fery), akomodasi (hotel dan restoran), dan atraksi (spa, golf, dan atraksi lainnya). Program tersebut dianggap berjalan sukses terjual sebanyak 700 ribu hot deals.

“Kunci sukses uji coba hot deals di Kepri adalah dengan memberikan diskon besar. Untuk tiket fery hingga 60 persen, atraksi hingga 50 persen, dan akomodasi hotel 8 persen. Maka tahun ini harus kita tingkatkan akselerasinya menjadi 1 juta paket,” katanya.

SHARE
Admin
GenPINews.com merupakan buah karya dari Generasi Piknik Indonesia yang dikelola oleh Tim Redaksi GenPI News Indonesia dengan jaringan yang ada di seluruh Indonesia.

Leave a Reply