SABANG – Ribuan hidangan dengan menu khas kuah beulangong akan warnai Festival Khanduri Laot Sabang yang berlangsung besok, 30 Maret sekaligus menjadi opening ceremony yang nanti akan berlangsung hingga 1 April 2019 mendatang.

Hidangan ini nantinya akan disajikan dalam nasi bungkus yang dibagikan kepada warga serta bagi wisatawan yang berlibur ke daerah setempat.

“Festival khanduri laot akan diikuti 74 peserta lomba memasak kuah beulangong (kuali besi) dan panitia menyediakan 15 ribu nasi bungkus dari daun pisang pada, 31 Maret. Nasi tersebut digratiskan untuk warga dan wisatawan,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Sabang, Faisal.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, lomba memasak kuah beulangong tersebut dipusatkan di sepanjang jalan Diponegoro di depan Pendapa Wali Kota Sabang) hingga ke arah kawasan Taman Ria, Gampong (desa) Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Sebanyak 74 peserta lomba memasak kuah beulangong katanya, terbagi dalam dua kelompok masing-masing, kelompok pertama diperlombakan untuk katagori lokal yang diikuti 58 peserta.

Selanjutnya, kelompok ke dua peserta lomba katagori umum dan diikuti 16 peserta dari sejumlah rumah makan ternama yang ada di Kota Sabang dan Kota Aceh.

“Jadi, 16 peserta lomba kategori umum sudah berpengalaman. Masakan mereka sudah terkenal di kalangan masyarakat Aceh maupun wisatawan yang berlibur ke Banda Aceh dan Sabang,” paparnya.

Peserta lomba masak kuah beulangong kategori umum berasal dari rumah makan ternama di Banda Aceh dan Aceh Besar yakni, dari rumah makan Lem Bakrie, Hasan, Bak Trieng, Dek Gun, Ayam Pramugari dan Dek Gam 2.

Ada pun jumlah hadiah uang tunai yang disediakan panitia untuk peserta lomba masak kuah beulangong yakni Rp72.500.000. Kategori pertama terbuka untuk umum, juara 1 Rp25 juta, juara 2 Rp15 juta dan juara 3 Rp10 juta.

Kemudian, untuk lomba katagori lokal, juara 1 Rp10 juta, juara 2 Rp7,5 juta, dan juara 3 Rp5 juta, rinci Kadispadbud Kota Sabang.

Festifal Khanduri Laot di Kota Sabang merupakan agenda tahunan pemerintah setempat yang bertujuan untuk mempromosikan industri wisata bahari kepulauan paling barat Indonesia guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Ajang ini sebagai upaya melestarikan masakan tradisional Aceh serta memperkenalkan masakan kuah beulangong kepada wisatawan domestik maupun internasional,” imbuh Kadispadbud.

Festival tersebut akan menampilkan sejumlah atraksi seni budaya masyarakat pesisir kepulauan paling barat Indonesia di antaranya, atraksi adat melaut, lomba memancing tradisional, dan lomba kayuh perahu naga.

Kemudian, pentas pesona budaya, khanduri untuk aulia 44 dan anak yatim, dialog budaya dan silaturahmi Panglima Laot se-Aceh, dan pameran produk kreativitas daerah pesisir.

Tinggalkan Balasan