MANADO – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar ‘Kick Off’ Pengusulan Kawasan Ekonomi (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang, Minahasa Utara di Hotel Peninsula, Rabu (27/3/2019).

Kick Off dilakukan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.

Mengawali sambutan Menpar Arief Yahya mengatakan “Selamat datang Desember 2018, dan komitmennya persiapan pengusukan KEK rampung Maret 2019”. Maksudnya, pengusulan KEK Pariwisata datang pada bulan Desember tahun kemarin, dan langsung bisa dimulai Bulan Maret tahun ini.

“Saya apresiasi gerak cepat Pemprov Sulut dalam upaya pengusulan KEK ini. Sudah selesai dokumen diserahkan langsung Pak Wagub, akan proses lagi, tapi saya yakin Juni (2019) Sulut sudah memiliki KEK Pariwisata,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ia menegaskan, pengajuan usulan harus pula didukung sengan sejumlah hal penting. Hal yang disiapkan pertama Atraksi harus level dunia. Kedua, aksesnya. Dan ketiga adalah amenitasnya.

“Jangan khawatir kita sudah punya taman nasional Bunaken. Akses menuju KEK juga sudah dipersiapkan dengan baik oleh rekan-rekan Provinsi Sulut,” kata Arief Yahya.

Pria asal Banyuwangi ini juga mengimbau, Bandara Sam Ratulangi agar diperpanjang hingga 3.000 meter untuk akses pesawat berbadan besar. Sebab, Sulut punya potensi besar di sektor pariwisata. Belum ada KEK, kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) bahkan melonjak hingga 300 persen, jauh melampaui pertumbuhan wisatawan lokal yang hanya 22 persen.

“Saya juga ingin KEK ini akan jadi hub untuk kapal pesiar, acara-acara sail internasional akan kita selenggarakan di sini. Sulut jadi bintang pariwisata, jadi contoh daerah lain,” ungkap dia.

Sementara Wagub Steven Kandouw mengatakan, pengembangan pariwisata di Sulut sudah menjadi prioritas Gubernur Olly. Nyatanya bisa memajukan ekonomi Sulut di tengah lesunya sejumlah komoditi andalan daerah ini.

“Sektor pariwisata yang menjadi pendongkrak perekonomian daerah. Pengembangan Sektor Pariwisata menjadi satu di antara prioritas pemerintahan ODSK,” ungkap Wagub Kandouw.

KEK direncanakan berdiri di kawasan lahan seluas 396 hektar. Saat ini tengah dibahas secara intensif oleh Pemerintah Provinsi Sulut dan Kementerian Pariwisata.

Sebagai tahap awal, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kota Minahasa Utara telah menyiapkan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan dari Bandara Sam Ratulangi menuju Tanjung Pulisan sepanjang 39 kilometer.

Proses pembebasan lahan dimulai tahun ini dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun. Dengan proyeksi tersebut, pembangunan jalan diharapkan dapat dimulai pada akhir tahun ini. Akses menuju KEK sudah menghabiskan Rp 60 miliar untuk pembebasan dan pembuatan jalan.

“Ini sudah menjadi roadmap kita, dan pak gubernur mengalokasikan 25 persen dari APBD kita sekira Rp 4 triliun. Bagi kami istilahnya KEK pariwisata ini bukan baru kick off, tapi sudah hampir gol,” ungkap Kandouw.

Usai Kick Off, Menpar Arief Yahya bersama Wagub Kandouw beserta rombongan langsung menuju lokasi yang akan dijadikan KEK Pariwisata. KEK Tanjung Pulisan akan ini akan menjadi KEK Pariwisata pertama di Sulawesi.

Tinggalkan Balasan