MEDAN – Guna menghadirkan SDM berkualitas, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi P1.

Lembaga ini sudah dilisensi oleh otoritas sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia.

Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip menyatakan, service excellent adalah kunci utama peningkatan kunjungan pariwisata. Pelayanan sempurna ini harus ditanam dan diberikan pada mahasiswa pariwisata sejak dini melalui pembelajaran teori dan praktik. Pengakuan bahwa mahasiswa telah memiliki service excellent adalah melalui sertifikasi profesi dari Lembaga Sertifikasi P1 yang telah diakui oleh BNSP.

“Saat ini, Politeknik Pariwisata Medan telah memiliki 62 Asesor yang tersertifikasi oleh BNSP, yang bertugas untuk melakukan asesmen kepada mahasiswa,” ujarnya, Rabu (27/3/2019).

Menurutnya, sertifikasi ini akan menghasilkan sebuah sertifikat yang akan menjadi bukti pengakuan bahwa seseorang telah berkompeten dalam bidang yang digeluti. Selain itu, bagi perusahaan yang memiliki pekerja dengan sertifikat kompetensi, tentu akan meningkatkan produktifitas dan profesionalisme kerja.

“Dalam satu tahun kita melakukan 4 kali proses sertifikasi terhadap mahasiswa. Mereka harus memiliki kompetensi sesuai dengan kurikulum dan skema kualifikasi ASEAN. Termasuk jenjang program pendidikan yang sesuai dengan level KKNI pada setiap program studi. Asesor yang melakukan sertifikasi pun harus memadai,” jelasnya.

Direktur LSP P1 Poltekpar Medan, Hamdani menambahkan, pada tanggal 18-23 Maret lalu pihaknya telah melakukan workplace assestment untuk mendidik 19 calon asesor baru di Poltekpar Medan. Semua calon asesor ini mengikuti pendidikan sesuai dengan yang disyaratkan dan dibina oleh master asesor dari BNSP.

“Saat ini, Politeknik Pariwisata Medan telah membuka penerimaan mahasiwa baru. Registrasi dapat dilakukan secara online melalui website http://sbmptnp.kemenpar.go.id/ untuk jalur bersama, dan http://pmb.poltekparmedan.ac.id/ untuk jalur mandiri. Untuk informasi lebih lanjut, dapat juga diakses di https://poltekparmedan.ac.id/,” bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, people are the real differentiator. Artinya, yang membedakan antara 1 bangsa dengan bangsa lainnya adalah manusianya. Yang membedakan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain adalah manusianya. Begitu pun yang membedakan antara 1 keluarga dengan keluaga lain adalah manusianya. Dan yang membedakan antara 1 manusia dengan manusia lain adalah karakter dan kompetensinya.

“Dalam dunia pendidikan, sertifikasi menjadi salah satu tugas utama yang harus diemban oleh PTNP. Tujuannya adalah untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang telah didapat melalui proses pembelajaran. Baik formal, non formal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja. Karena dalam dunia kerja, kompetensi harus dipelihara. Bukan hanya pernah kompeten, tetapi kompeten dan terus kompeten, sehingga benar-benar menghasilkan sumber daya manusia yang professional,” tegasnya.

Leave a Reply