Kemeriahan Acara Preanger Tourism Fair 2018 di Tasikmalaya

0
0

TASIKMALAYA – Banyak hal yang bisa dilakukan dalam mendongkrak pariwisata sebuah daerah. Seperti yang dilakukan para pegiat pariwisata dan sejumlah komunitas kreatif Tasikmalaya tanpa dana anggaran dari pemerintah, mereka bersama-sama menggelar sebuah event promosi pariwisata pertama dan terbesar di Priangan Timur, Preanger Tourism Fair (PTF) 2018, yang bertempat di Kota Tasikmalaya.

Event yang diselenggarakan atas prakarsa dan kolaborasi Pegiat Pariwisata dan Komunitas Kreatif dalam upaya meningkatkan pertumbuhan potensi pariwisata di Priangan Timur. Rangkaian acara dimulai 12-14 Oktober 2018 kemarin.

“Tasikmalaya daya tariknya bukan destinasi wisata, Apa yang menarik dari Tasikmalaya, Kekuatan Tasikmalaya di komunitas kreatif. Kalau Garut dan Pangandaran ada di kekuatan alam. Untuk itu, komunitas kreatif memperbanyak event,” katanya.

Dalam kegiatan acara Freanger Tourism Fair 2018 tersebut mengangkat tema “Pesona di Tanah Legenda” dimana para Seller (si penjual paket wisata) dan para Buyer (pembeli/agen wisata) saling bertemu untuk mempersentasikan/promosikan paket wisata yang ada di Tasikmalaya dan juga Priangan Timur melalui stand yang telah disediakan oleh panitia (B2B) Bisnis to Bisnis.

Para buyer tersebut hadir dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Bali, Jateng bahkan dari luar negeri seperti Malaysia pun hadir. Selain B2B ada pula Ridding in Paradise, Program Fam Trip yang kami rancang sebagai gambaran produk-produk paket wisata yang akan kami tawarkan dan akan menjadi salah satu produk unggulan Tasikmalaya.

Fam trip ridding kali ini bertema Finding Sukapura, menelusuri sentra/tempat pembuatan produk, seperti sentra Payung geulis dimana payung geulis ini adalah salah satu ikon Kota Tasikmalaya, disitu para buyer mencermati para pengrajin payung geulis dari mulai pembuatan sampai produksi lalu ada pula yang mempraktekan cara membuat payung geulis.

Dari sentra Payung Geulis dilanjut ke Sentra Batik, sama seperti di sentra payung tadi para buyer mencoba mempraktekan cara melukis batik, dan dilanjut ke Sentra Mendong, mendong adalah keranjinan khas Tasikmalaya juga ragam kerajinan terpapar disana mulai dari tikar, topi, tas yang terbuat dari mendong, dan lainnya.

Lanjut perjalanan menikmati warisan budaya dan jembatan eksotis Cirahong yang sudah ada dari zaman belanda. Dengan melibatkan komunitas motor custom dan komunitas motor lainnya.

Puncak acara ada penampilan Calung Renteng Festival, Kesenian khas Tasikmalaya yang sudah hampir punah diangkat kembali oleh anak anak muda Tasikmalaya, sebanyak 1000 orang memainkannya kolaborasi dengan perkusi, band, paduan suara, angklung dan para penari memberikan tampilan terbaik untuk para pengunjung.

Kemudian, Live Painting Payung Geulis, Kolaborasi anak anak muda, visual artist  terbaik yg dimiliki Tasikmalaya membuat sebuah lukisan multi skill yaitu grafiti, doodle, sketsa dengan media payung geulis khas tasik berukuran 2 meter. Lalu ada Live Cooking 1000 porsi yang dilkukan Komunitas Chef Tasikmalaya, menampilkan keahlian mereka dengan memasak dihadapan para pengunjung diiringi art and culture performance.

Acara Preanger Tourism Fair 2018 ini di gagas oleh Ervan Kurniawan dan para komunitas kreatif di Tasikmalaya seperti Astamekar, GenPI Tasikmalaya, My Trip My Adventure Community Tasikmalaya, Self Learning Institute, ICA Tasikmalaya, Sukapura Project, Astrajingga, Komunitas Motor Tasikmalaya, Agen Travel dan komunitas kreatif lainnya. Dan Alhamdulillah acara ini berjalan dengan baik, serta dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Barat Bapak Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan