Penampilan Kolosal Meriahkan Penutupan Pagelaran SIPA 2018

0
3

SOLO – Rangkaian acara pagelaran Solo International Performing Arts 2018 (SIPA) telah menemui hari terakhir penyelenggaraan. Pagelaran yang digelar sejak Kamis (6/9/2018) di Benteng Vastenburg ini mampu menarik berbagai kalangan untuk menyaksikan penampilan dari berbagai delegasi SIPA.

Antusiasme pengunjung untuk menyaksikan penampilan delegasi baik dari dalam maupun luar negeri begitu besar. Terbukti dengan penuhnya bangku penonton di sisi depan panggung. Bahkan, sebagian penonton rela untuk berdiri demi menantikan berbagai penampilan unik dari para delegasi.

Setiap harinya, SIPA 2018 dimulai sore hari dengan penampilan unik dari Sanggar Temon Holic Holobis dan Flying Ballons Puppet. Kedua delegasi ini tampil 3 hari berturut-turut menyemarakkan panggung di sisi pintu barat Benteng Vastenburg. Penampilan mereka juga melibatkan para penonton untuk ikut serta berjoget maupun berinteraksi dengan mereka.

Pada malam hari, penampilan diawali dengan penampilan Departemen Pendidikan Tari, FPSD, UPI dengan karya berjudul “Touching Unknown People”. Karya ini digarap oleh koreografer dari Korea Selatan Park Na Hon bersama Aryo Saputro. Eksistensi Park Na Hon dalam dunia pertunjukan diapresiasi dengan mendapatkan penghargaan koreografer terbaik 2004 Critic’s Choice Of Young Choreographer.

Melalui para penarinya, Maskot SIPA 2018, Melati Suryodarmo, juga tidak ketinggalan menampilkan karyanya. Melalui penampilan 6 orang penari, kelas dan eksistensi Melati Suryodarmo dibuktikan di penampilan kali ini.

Semakin malam, area SIPA 2018 semakin dipenuhi oleh oara pengunjung yang ingin menyaksikan acara penutupan kali ini. Penampilan dari delegasi papua, Boogie Papeda ft Komunitas Street Pass ini menyindir perilaku manusia jaman sekarang yang melupakan budaya, kesenian daerah dan selalu tergantung oleh gadget mereka dengan karya mereka berjudul “Noken”.

Penampilan Kolosal Merihakn Penutupan Pagelaran SIPA 2018

Tak kalah menarik, penampilan delegasi dari Spanyol, Filastine and Nova, ini membawa selingan dengan iringan musik EDM mereka mampu mengajak penonton untuk ikut bergoyang mengikuti beat musik mereka. Dengan iringan dari berbagai alat musik termasuk juga “kendang”, penampilan berjudul “DrapetoMania” ini mampu membawa keriuhan di malam ini. Penampilan sepanjang 60 menit lebih ini sukses membuat suasana Benteng Vastenburg menjadi sangat meriah.

Kolaborasi dengan para seniman lokal membuat para penonton bebondong-bondong untuk maju ke depan panggung untuk bergabung bersama mengikuti musik yang mereka tampilkan. Berbagai interaksi dengan penonton pun dibuat untuk meramaikan malam hari ini. Salah satunya, pengembangan parasut yang dipedang seluruh penonton sambil berjoget mengikuti irama musik dari Filastine.

Sebagai akhir dari penampilan para delegasi, delegasi dari Taiwan bernama Chinese Youth Goodwill Association menutup rangkaian acara dengan gerakan tarian akrobatik dengan iringan musik khas negeri tiongkok. Permainan Diabolo (sejenis yoyo namun berukuran besar) menjadi lanjutan atraksi yang disuguhkan delegasi Taiwan ini.

Awarding Ceremony menjadi penutup rangkaian acara SIPA 2018 ini dengan memberikan penghargaan kepada para penampil yang diberikan oleh Direktur SIPA, Irawati Kusumorasri, Kepala Dinas Pariwisata Surakarta Bapak Hasta Gunawan dan Rektor UNS Surakarta, Ravik Karsidi.

Penampilan Kolosal Merihakn Penutupan Pagelaran SIPA 2018

Nyanyian para panitia dan kembang api mewarnai panggung pangelaran SIPA menandakan rangkaian salah satu pagelaran terbesar di Indonesia ini telah usai.

“Diharapkan Solo International Performing Arts ini menjadi event berskala Internasional dan lebih bisa menjangkau berbagai seniman lainnya sehingga mampu membanggakan Indonesia dalam bidang seni dan diharapkan tahun depan SIPA bisa lebih banyak delegasi yang tampil baik dari dalam dan luar negeri”, harap Ketua Pelaksana SIPA 2018, Naim Rizal.

Keberhasilan para panitia menyelenggarakan SIPA tahun ini ditandai dengan membeludaknya penonton setiap harinya memadati Benteng Vastenburg. Semakin bertambah berbagai delegasi baru yang tampil di SIPA 2018 ini juga mengisyaratkan pagelaran yang di gelar oleh SIPA Community ini sukses.

Berbagai delegasi-pun mengungkapkan bahwa SIPA menjadi wadah mereka dalam berekspresi dan memperkenalkan eksistensi mereka sehingga pagelaran seni ini sangat dinantikan bagi mereka.

Delegasi yang baru bergabung tahun ini pun juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali tampil dalam pagelaran SIPA tahun depan. Sorak sorai penonton dan antusiasme para delegasi ini yang menjadi tolak ukur keberhasilan penyelenggaraan SIPA tahun ini.

Tinggalkan Balasan