Jangan Lewatkan Festival Phinisi 2018 Bakal Dihelat 4-10 Oktober 2018

0
0

BULUKUMBA – Kapal tradisional kebanggaan Indonesia Phinisi bakal hadir ke Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kapal kayu legendaris yang mampu menyeberangi samudera akan hadir dalam agenda Festival Phinisi 2018 mulai 4-10 Oktober nanti.

Kapal Phinisi cukup identik dengan Kementerian Pariwisata. Menteri Pariwisata pun mengakuinya. Menurutnya, Kapal Phinisi selalu dijadikan model Kementerian Pariwisata dalam pameran di berbagai negara. Desainnya juga sering sekali meraih penghargaan internasional.

“Festival Phinisi 2018 sudah masuk dalam top 100 kalender even nasional. Tidak mudah untuk masuk top 100 kalender even nasional karena seleksinya sangat ketat dan bersaing dengan banyak daerah,” ujar Menpar Arief Yahya, Senin (27/8/2018).

Festival yang menghadirkan lebih banyak ragam kegiatan di tahun ini, diharapkan dapat menjadi branding pariwisata Kabupaten Bulukumba. Juga untuk Sulawesi Selatan. Sehingga, dapat menjadi event yang semakin menduniakan Indonesia.

“Karena itu akan mendapatkan support atau perhatian khusus dari pemerintah pusat. Kami berharap pelaksanaan even ini berstandar nasional, sehingga semakin menarik para wisatawan untuk hadir pada acara tersebut nantinya,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya optimis, event ini mampu menjadi magnet mendatangkan wisatawan mancanegara. Sebab, dalam setiap pameran Kemenpar di luar negeri, Kapal Phinisi selalu membuat takjub.

“Bila melihat desainnya saja sudah takjub, bahkan tidak ragu memberikan penghargaan. Pasti akan banyak masyarakat asing atau wisman yang penasaran ingin melihat aslinya, apalagi diberi kesempatan menaikinya,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Namun, Mantan Dirut PT Telkom ini juga berpesan agar Pemimpin Daerah dan DPRD berkomitmen dalam memajukan pariwisata. Sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa semakin membaik. Baginya, mengelola pariwisata itu harus dikeroyok.

“Jangan hanya dinas pariwisatanya saja yang bekerja, tapi dinas-dinas lainnya juga ikut terlibat langsung. Sehingga proses pengembangan destinasi wisata di daerah berlangsung dengan cepat,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, Andi Musaffar Syah mengatakan, perayaan tahun ini menghadirkan perjalanan berlayar. Perjalanan diikuti oleh kapal tradisional Phinisi dan berbagai kapal layar lainnya. Agar bisa memenuhi syarat untuk melakukan perjalanan, kapasitas mesin kapal harus berada di 15 GT.

“Peserta perjalanan ini tidak hanya mencakup pelaut lokal tapi juga pelaut dari seluruh Sulawesi Selatan. Kami juga telah menyiapkan berbagai hadiah yang meliputi mobil sebagai hadiah utama dan sepeda motor,” ujar Andi.

Selain perjalanan, lomba memancing kelompok juga digelar di sekitar Tanjung Bira. Setiap kelompok terdiri dari tujuh peserta, pemenangnya akan didasarkan pada kelompok mana yang menangkap ikan terberat. Namun, mereka tidak diizinkan untuk menangkap ikan hiu.

“Ini juga acara sosialisasi untuk masyarakat setempat, terutama nelayan tentang etika dan regulasi perikanan,” jelas Andi.

Tidak ketinggalan yang juga menarik adalah ritual adat Kajang yaitu Ritual Adat ‘ndingingi Kampong, kemudian Ritual Adat Bakar Linggis ‘Attunu Panroli’ yaitu ritual dalam menyelesaikan suatu masalah dengan metode pembuktian bagi warga Kajang dalam mencari keadilan.

Caranya, linggis yang sudah dibakar dan membara akan dipegang oleh para ‘tertuduh’ melakukan kebohongan. Jika tangan tertuduh melepuh maka dialah pelakunya, namun sebaliknya jika tangannya tidak apa-apa, maka ia bukan pelakunya dan terbebas dari tuduhan tersebut.

“Kami menampilkan ritual tradisional ini sebagai cara untuk melestarikan budaya Kajang yang belum pernah didengar banyak orang. Selain itu, untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara,” tambah Andi.

Acara peluncuran Phinisi juga akan diadakan di festival ini, prosesi disebut Anynorong Lopi dan lokasinya di lokasi pabrik kapal Tanaberu di Kecamatan Bontobahari. Sementara itu, pertunjukan musik diadakan di daerah Tanjung Bira, akan menampilkan para artis ibukota.

Untuk melihat festival ini, bisa naik pesawat Jakarta – Makassar (2,5 jam) atau rute Jakarta – Denpasar – Makassar. Karena lokasinya cukup jauh, akan lebih nyaman apabila menyewa mobil atau naik angkutan umum. Menyewa mobil tarifnya Rp 400.000 – Rp 600.000 termasuk supir dan BBM. Tentu lebih praktis karena kamu bisa langsung meluncur ke lokasi.

Kalau ingin naik angkutan umum, bisa ikuti rute Bandara Sultan Hasanuddin – naik angkutan umum/taksi ke Terminal Bus Malengkeri – naik bus menuju ke Bulukumba tarifnya Rp 70.000 per orang. Selama di sana, anda bisa menyewa motor dengan sewa Rp 75.000 per hari untuk berkeliling.

Soal penginapannya, jangan khawatir. Di Bulukumba, sedikitnya terdapat 30 hotel berbagai kelas. Untuk berhemat lebih banyak untuk pemesanan hotel di Bulukumba, bisa dilakukan secara online. Dengan banyak pilihan dan harga yang menarik.

Tinggalkan Balasan