TANAH DATAR – Memiliki banyak alam yang indah, sejarah, adat dan budaya, kuliner, potensi ekonomi kreatif dan sumber daya pariwisata lainnya, tidak menjamin sektor ini bisa membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci berhasil tidaknya mengelola pariwisata menjadi sebuah industri yang menjanjikan.

Pemikiran inilah yang mendasari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menjalin kerjasama dengan berbagai pihak termasuk salah satunya dengan Sekolah Tinggi Pariwisata National Hotel Institute (STP NHI) Bandung, agar modal dasar yang sudah dimiliki Tanah Datar bisa dikelola dengan baik dan pada akhirnya nanti sektor pariwisata benar-benar menjadi multiplier effect bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Bertempat di kampus STP NHI Bandung yang sudah berdiri semenjak 56 tahun lalu ini, Selasa (7/8/2018), Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi bersama Plt. Ketua STP NHI Bandung Faisal atas nama lembaga masing-masing sepakat menjalin kerjasama yang dituangkan dalam Kesepakatan Bersama untuk Percepatan Pengembangan Destinasi Wisata Kabupaten Tanah Datar.

Irdinansyah menyampaikan terima kasih dan rasa bangga atas respon baik STP NHI Bandung dan kesediaannya membantu Tanah Datar memajukan sektor pariwisata melalui keunggulan yang dimilikinya.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada STP NHI Bandung atas kerjasama ini, hal ini sangat berarti untuk membantu pengelolaan pariwisata di Tanah Datar,” ujar Bupati.

Dijelaskan Irdinansyah, Tanah Datar ingin mewujudkan visi pembangunan pariwisata daerah, yakni Tanah Datar sebagai destinasi utama pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

Hal yang terjadi selama ini jelas Bupati, Tanah Datar dengan modal dasar di bidang kepariwisataan baru sebatas daerah persinggahan belum menjadi tujuan utama, ditandai tidak banyak wisatawan yang berlama-lama di Tanah Datar.

Melihat kecenderungan hari ini, sektor pariwisata telah menjadi sektor primadona ditambah dampak promosi gratis hingga ke mancanegara dengan dinobatkan nagari Tuo Pariangan sebagai salah satu desa terindah di dunia serta telah berdirinya hotel bintang empat yang bernama Hotel Emersia Batusangkar, membuat wisatawan semakin banyak berkunjung dan kondisi ini harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Menyadari keterbatasan SDM yang dimiliki, pemerintah daerah perlu merangkul pihak luar bagaimana sektor pariwisata bisa dikelola dengan baik, masyarakat menjadi masyarakat yang sadar wisata dan nantinya memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ucap Irdinansyah.

Untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif, Pemkab Tanah Datar sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Ekonomi Kreatif RI dilanjutkan kerjasama dengan STP NHI Bandung untuk penguataan destinasi wisata dan SDM di bidang kepariwisataan.

Plt Ketua STP NHI Bandung Faisal menyambut baik kerjasama yang terjalin antara kedua pihak.

“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan pihak manapun dan kami melihat semangat ini ada pada Pemerintah Daerah untuk pengembangan sektor pariwisata,” apresiasi Faisal.

Ditambahkan, STP NHI Bandung sebagai institusi pendidikan tentunya mempunyai Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat.

STP NHI Bandung siap membantu Pemkab Tanah Datar mengembangkan pariwisata,” kata Faisal yang didampingi jajaran STP NHI Bandung.

Dikatakannya lagi, membangun pariwisata selain punya perencanaan yang baik, yang terpenting itu adalah “hospitality” atau keramahtamahan atau sopan santun terbangun dengan baik di semua unsur.

“Banyak success story di luar sana, alamnya biasa-biasa saja tapi ketika dikemas dengan memasukkan nilai hospitality secara komprehensif ke seluruh unsur di dalamnya, menjadi objek wisata yang luar biasa dan memberi kesan mendalam bagi wisatawan, nilai-nilai hospitality inilah yang kami tanamkan kepada anak didik,” jelasnya.

Faisal secara sekilas memaparkan STP NHI Bandung yang berdiri tahun 1959 merupakan perguruan tinggi di bawah binaan Kementerian Pariwisata dan STP tertua dibanding lima STP lainnya yang berada di Medan, Palembang, Makasar, Bali dan Lombok.

Memiliki 14 program, mulai dari Diploma 3, Diploma 4, S1 Pariwisata dan Pascasarjana dengan jumlah mahasiswa 2.246 mahasiswa, STP NHI Bandung memiliki seleksi yang sangat ketat, terbukti dari peminat yang berjumlah 4.859 orang, yang dapat diterima hanya 697 orang atau 14,84 persen.

“Kita memiliki seleksi ketat, kita akan tes kemampuan bahasa Inggrisnya serta kepribadian calon mahasiswa, dan kita juga buka peluang pemerintah daerah mengirimkan putra terbaiknya serta ASN untuk menimba ilmu di sini,” sebut Faisal.

Alumni STP NHI Bandung mencapai sekitar 20.000 orang tersebar di berbagai instansi pemerintah, industri terkemuka serta sebagai pelaku bisnis di dalam dan luar negeri.

“Penyerapan alumni ke luar negeri, terbesar di Uni Emirat Arab sebesar 25,87 persen, Belanda sebesar 21,68 persen, Amerika Serikat sebesar 19,58 persen, Malaysia 13,29 persen dan negara-negara lainnya termasuk job training di luar negeri sebanyak 35 persen,” jelas Faisal.

Kadis Parpora Edi Susanto didampingi Kasi Pengembangan Ekraf Efrison menyebutkan kerjasama ini meliputi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang kepariwisataan bagi aparatur daerah, pelaku usaha dan masyarakat, pelaksanaan penelitian, pemberdayaan dan pengabdian masyarakat di bidang kepariwisataan untuk mengembangkan sektor kepariwisataan.

“Kita berharap dengan MoU ini segera bisa kita tindak lanjuti dengan kerjasama dalam bentuk pelatihan kepariwisataan, serta kita juga berharap ada anak Tanah Datar yang kuliah di STP NHI Bandung ini,” sebut Edi Susanto.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irdinansyah yang didampingi Kadis Koperidag Abdul Hakim, Kabid Kebudayaan Abrar Mukhlis, Kabag Umum Nofenril dan Kasubag Kerjasama Andri mendapat kesempatan melihat langsung proses belajar mengajar yang tertata dengan baik dan rapi.

SHARE

Leave a Reply