Panglima TNI, Kapolri, Menkes Sisir Gili Gili Menggunakan Heli

0
0

LOMBOK – Menpar Arief Yahya sedang berada di Palembang Sumsel. Namun pantauan secara daring terhadap perkembangan situasi pasca bencana Lombok, tidak pernah putus. Dia terus mengupdate perkembangan terkini, untuk wisman dan wisnus yang berkait dengan destinasi Lombok.

Arief Yahya juga memastikan 3A, Akses, Amenitas dan Atraksi benar-benar tersedia. Karena itulah jantungnya destinasi wisata. “Hari ini, Rabu (8/8/2018) saya ingin menyapa 3 tokoh yang terjun langsung ke Lombok dan Gili Gili,” kata Arief Yahya.

Ketiganya adalah, Penglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, serta Menkes Nila Djuwita F. Moeloek.

“Terima kasih banyak, hari ini sudah ikut menyiair Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Juga menemukan dan menjemput 66 wisatawan, 33 wisnus, 33 wisman yang masih tersisa di pulau pulau cantik itu,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Hari ini juga ke-66 sudah diantar ke Pulau Lombok, sehingga diharapkan tidak ada lagi yang tercecer. Menurut laporan Ketua Tim Crisis Center Guntur Sakti yang masih berada di Lombok, ada 29 wisatawan mancanegara yang sudah di berangkatkan dari Bangsal menggunakan kapal KMP’ Ganggari 189. Mereka menuju Pelabuhan Padang Bai Bali pukul 13.30 WITA.

“Sekali lagi saya tegaskan di sini: gratis! Tidak dipungut biaya, untuk menjemput mereka dan mengantar mereka,” kata Arief Yahya seolah sedang mengklarifikasi banyak info simpang siur soal proses antar jemput oleh pemerintah Indonesia.

Kalau pun masih ada warga negara asing di Gili Gili, itu karena mereka tidak mau dievakuasi. Mereka menjaga properti sepeerti resort, resto dan perlengkapan diving mereka di pulau-pulau berpasir putih itu.

“Sekali lagi, terima kasih atas respons cepat terhadap wisatawan di Gili Gili itu,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga terus berkoordinasi dengan Menlu Retno Marsudi, yang juga mengaktifkan help desk untuk orang asing dengan nomor +62-87864124151.

“Saya cek sekali lagi, call center itu dan benar, pelayanan excellent,” kata Menpar Arief Yahya berkali-kali.

Dari TIC Tourist Information Center di Bandara Lombok, Vinsensius Jemadu, Asdep Pengembangan Pemasaran Tiongkok Deputi Pemasaran II Kemenpar melaporkan, suasana sudah normal, Bandara sudah tidak ada penumpukan, cenderung sepi.

Kepala Poltekpar Lombok Hamsu juga melaporkan, di Bandara Lombok hiburan juga tetap dilanjutkan. Banyak wisman yang ikut bernyanyi menyumbangkan suara dan saling menghibur. Suasananya makin cair dan makin enjoy.

Food truck Poltekpar juga masih stand by di halaman kantor Kadisparprov NTB untuk melayani wisman yang tadi malam masih menginap di sana. Mereka berjaga-jaga apabila ada wisman yang datang dan membutuhkan pelayanan.

Kadispar NTB Lalu Muhammad Faozal melaporkan ada 4 orang wisman yang tadi malam menginap di kantor Kadisparprov NTB itu, saat ini sudah berada di Bandara LOP.

Tim TCC bersama Kadisparprov NTB kini berada di Pelabuhan Bangsal untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak guna memantau dan memastikan WNA/wisman dan wisnus daro di 3 Gili itu dalam keadaan aman.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi langkah tanggap darurat yang dilakukan tim Kemenpar. Solid, Speed, Smart, 3S yang menjadi corporate culture Kemenpar itu sudah dijalankan dengan baik. “Bencana bisa terjadi di mana saja, kapan saja, menimpa siapa saja, karena itu yang terpenting adalah penanganannya,” jelas Arief Yahya.

“Jika ditangani serius, dikeroyok semua pihak, kompak, maka semua menjadi lebih cepat, lebih ringan, dan impact-nya besar,” sebutnya.

Lagi-lagi Menpar Arief menyebut pepatah, a friend in need is a friend indeed. A friend who helps out when we are in trouble is a true friend! Sahabat sejati itu hadir di saat kita membutuhkan pertolongan! Jika kita membantu di saat mereka sedang membutuhkan bantuan, itu akan dikenang sepanjang hayatnya.

Pagi ini, Pasukan Gerak Cepat PLN Jawa Timur dan Bali BKO Gempa Lombok diberangkatkan menggunakan Kapal TNI-AL untuk pemulihan kelistrikan di 3 gili.

Aparat POLRI dan TNI saat ini masih berada di Gili Trawangan untuk menyisir jumlah wisatawan yang belum terevakuasi dan melakukan pengamanan di semua objek wisata dan objek vital (pembangkit listrik, air, ATM).

Tinggalkan Balasan