FESTIVAL Pulau Senua yang baru saja diselengarakan 24 Juni berhasil menarik wisatawan sampai 7.000 pengunjung dalam satu hari. Pihak panitia sendiri memang telah menyiapkan berbagai kegiatan perlombaan seperti lomba lari karung, Volly pantai, lomba renang, panjat pinang, lomba cerita rakyat, serta lomba dayung kolek bagi para pengunjung.

Even kegiatan Festival Pulau Senoa sendiri merupakan agenda rutin setiap tahun yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disaprbud) Natuna.

Event Festival Pulau Senua ini telah masuk dalam Kalender Event Pariwisata Kepulauan RI  dan tahun 2019 masuk dalam Kalendar Event Pariwisata Nasional.

Event yang dilaksanakan di Pulau Terluar ini dihadiri langsung oleh Asisten Deputi I bidang regional I Dr. Masruroh, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Drs. Buralimar, Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Kepala Disparbud Erson Gempa, seta seluruh unsur OPD, dan FKPD Natuna.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Buralimar dalam sambutannya menerangkan, Natuna sendiri saat ini sudah menjadi destinasi unggulan bagi Provinsi Kepri. Maka dari itu, Ia meminta kepada Pemerintah Natuna untuk slalu berkoordinasi guna menjadikan Wisata Natuna kedepan lebih besar dari sebelumnya.

“Saat ini Natuna sudah menjadi destinasi unggulan di Kepri. Saya minta Disparbud Natuna agar slalu berkoordinasi tetkait kendala kedepan tentang wisata”, Ujarnya.

Saat ini, kata Buralimar pihaknya telah berusaha bekerja keras guna menjadikan Even Festival Pulau Senoa ini agar masuk di dalam calender Even Wisata Nasional. Mengingat arah pengembangan pariwisata kita adalah bahari,

Buralimar Menambahkan, pentingnya di gelar kegiatan ini ialah semata-mata hanya untuk menarik perhatian para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi Natuna khusunya sehingga bisa berdampak positif bagi Natuna sendiri. Selain itu Akomodasi sangat penting sekali untuk menjamin wisatawan berlama-lama di sini, kita bisa mengandalkan home stae. Karena infestasi yang datang dari masyarakat akan lebih bisa stabil”, pungkasnya.

Asisten Deputi Pemasaran (Asdep) I Regional I Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI Dra. Masruroh menilai, letak dan posisi Natuna yang strategis mempunyai nilai tersendiri bagi Indonesia dalam bidang wisata.

Terlebih kata Masruroh, di mata Kemenpar melihat Indonesia ada tiga daerah sebagai penyumbang terbesar dari sektor Pariwisata yang salah satunya Kepri, setelah Bali dan Jakarta.

Masruroh berjanji, bersama pihaknya akan berkoordinasi lagi tetkait segala kendala yang di hadapi Natuna khususnya di bidang Wisata.

“Kita kan cari tau apa kendala d daerah ini, ternyata di situ ada akses, pasilitasnya bagaimana dan juga atraksinya seperti apa”, tutupnya.

SHARE

Leave a Reply