Atrakasi Budaya Perahu Baganduang di Kuantan Singingi

0
18
Perahu Baganduang / Foto Dok. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi

RIAU – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (18/6/2018) menggelar event atraksi budaya perahu Baganduang dan upacara tradisional Manjopuik Limau di Tepian Muka Lebih sungai Kuantan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi, Marwan, SPd. MM, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan atraksi budaya khas masyarakat Kecamatan Kuantan Mudik dan sekitarnya.

“Perahu Baganduang adalah parade sampan hias kebanggan, masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi. Perahu hias ini biasa digunakan dalam tradisi Manjopoik (menjemput) Limau bagi calon pengantin pria menuju rumah pengantin wanita,” kata, Marwan.

Perahu Baganduang terdiri dari tiga perahu atau sampan yang digandengkan menjadi satu rangkaian, biasanya untuk menyatukan atau mengikatnya menggunakan rotan atau bambu sebagai pengikatnya.

Selanjutnya untuk memperindah, pada bagian perahu dihiasi dengan simbol-simbol adat setempat, kain berwarna-warni, umbul-umbul, tonggol adat budaya kuantan mudik dan aksesoris lainya, sehingga perahu Baganduang tampil seperti kendaraan adat khas daerah Kuantan Mudik.

Menanggapi kegitan ini, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, juga turut menuturkan atraksi budaya perahu Baganduang dan Manjampuik limau merupakan kegiatan yang selalu rutin digelar setiap tahun setelah perayaan hari raya Idul Fitri. Atraksi ini telah masuk dalam ajang penghargaan di bidang pariwisata.

“Pada tahun ini, perahu Baganduang  masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) dengan kategori atraksi budaya terpopuler. Sistem penilaiannya melibatkan kurator nasional, melalui hasil keputusan rapat komite seleksi. Setelah lolos, penilaian dilanjutkan dengan voting oleh masyarakat, melalui sms dan aplikasi gawai atau telepon pintar,” tutur Fahmizal.

Adapun kategori dari Provinsi Riau yang masuk dalam nominasi API adalah minuman tradisional terpopuler, Air mata pengantin (Kabupaten Indragiri Hulu), cinderamata terpopuler, Tanjak (Provinsi Riau), atraksi budaya terpopuler Perahu Baganduang (Kabupaten Kuantan Singingi).

Selanjutnya, wisata halal terpopuler Gema Muharam (Kabupaten Indragiri Hilir), festival pariwisata terpopuler, Cian Cui / Perang Air (Kabupaten Kepulauan Meranti), tujuan wisata terpopuler, Teluk Jering (Kabupaten Kampar), dan surga tersembunyi terpopuler, air terjun Batang Kapas (Kabupaten Kampar).

API  merupakan penghargaan tahunan di bidang pariwisata. Digelar oleh pihak swasta dan didukung penuh oleh pihak Kementrian Pariwisata Republik Indonesia melalui surat nomor UM.303/6/4/DPP-I/KEMPAR/2018 tanggal 28 Februari 2018.

Tinggalkan Balasan