SERAMBI Mekkah, begitulah sebutan daerah yang berada di ujung pulau Sumatera, apalagi kalau bukan Aceh. Daerah yang pernah dilanda dengan musibah gempa dan tsunami ini memang telah menjadi salah satu destinasi unggulan yang memiliki daya tarik pariwisata, mulai dari alam, bahari, budaya, hingga kuliner.

Mengunjungi Aceh pada bulan Ramadan akan dimanjakan dengan suasana yang berbeda dan tentunya bagi Anda yang menyukai kuliner, bulan puasa bisa jadi pilihan tepat untuk dikunjungi.

Apa saja sih kuliner rekomendasi dari Tanah Rencong ini? Berikut rekomendasi dari laskar digital Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Aceh yang perlu dicoba sebagai menu berbuka puasa.

Sambai Oen Peugaga

Salah satu panganan pendamping yang tidak bisa dilewatkan dari hindangan berbuka puasa warga Aceh adalah Sambai Oen Peugaga. Makanan khas Aceh ini berjenis lalapan yang diracik dengan campuran 44 jenis dedaunan.

Sambai Oen Peugaga sendiri merupakan makanan tradisional Aceh yang sejak turun temurun menjadi menu favorit masyarakat Aceh yang disandingkan dengan kuliner Aceh lainnya. Tidak seperti sambal pada umumnya, panganan ini lebih seperti penganan urap.

Bahan baku utama panganan ini adalah daun pegagan yang dicampur dengan dedaunan lainnya yang diiris tipis seperti benang. Panganan ini sangat tepat disantap dengan nasi hangat dan kuliner khas Aceh lainnya seperti kuah asam keueung khas Aceh dan sebagainya.

Sambai oen peugaga – Foto Wanda HP/GenPI Aceh

Ayam Tangkap

Kepopuleran Ayam Tangkap bukanlah isapan jempol belaka. Kuliner khas Aceh yang satu ini dikenal dengan ayamnya yang gurih dan digoreng dengan bumbu serta rempah-rempah yang khas.

Semula, masyarakat berasumsi jika ingin memakan pangan ini maka mereka harus menangkapnya terlebih dahulu, tetapi sebenarnya adalah Ayam Tangkap ini disajikan bersama dedaunan rempah yang saat kita menyantapnya, kita seperti menangkap ayam dalam kerumunan dedaunan rempah.

Menyantap ayam tangkap ini sudah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Aceh. Kuliner ini biasanya disandingkan dengan kuliner khas Aceh lainnya yang akan menambah selera Anda seperti kuah beulangong atau kuliner berkuah lainnya.

Ayam Tangkap – Foto Hendra/GenPI

Sate Matang

Tidak akan pernah ada habisnya jika anda berwisata kuliner di Aceh. Seperti Sate Matang yang semakin hari pesonanya semakin mengudara hingga ke pelosok Aceh

Sate Matang adalah olahan daging berupa sate yang ada pada mulanya diperkenalkan di kota Matangglumpangdua Kabupaten Bireuen. Sampai saat ini hampir diseluruh daerah di Aceh dan Sumatera Utara menjajakan panganan sate yang berlabel Sate Matang.

Tidak perlu khawatir, Sate Matang menyediakan pilihan daging bagi para pengunjung, tersedia daging sapi atau kambing yang akan memanjakan lidah anda. Dan sebagai pelengkap, Sate Matang disajikan bersama kuah kaldu/soto yang beraroma kuat dan bumbu kacang khas Aceh yang gurih dan nikmat.

Sate Matang – Foto Wanda HP/GenPI Aceh

Kuah Beulangong

Bagi warga Aceh, khususnya sekitaran Aceh Besar dan Banda Aceh, tentu tidak asing lagi dengan panganan yang satu ini, yaitu Kuah Beulangong.

Kuah Beulangong adalah salah satu kuliner khas Aceh yang sangat populer bagi masyarakat Aceh. Kuah yang berbahan dasar daging (sapi atau kambing) yang diolah dengan rempah-rempah pilihan ini sangat tepat untuk pelengkap sajian masakan anda.

Dinamakan Kuah Beulangong dikarenakan proses pembuatannya dilakukan didalam kuali besar yang dalam bahasa Aceh disebut beulangong. Biasanya kuliner khas Aceh ini disajikan dalam acara-acara syukuran dan momen-momen akbar lainnya.

Kuah Beulangong – Foto Wanda HP/GenPI Aceh

Mi Aceh

Kuliner yang telah mengudara hingga ke ibukota Indonesia ini dikenal sebagai panganan mi yang sangat identik dengan masyarakat Aceh, apalagi kalau bukan Mi Aceh.

Mi Aceh sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat dikarenakan olahan mi pedas yang kental akan campuran bumbu dan rempah-rempah khas Aceh yang sangat nikmat saat disantap dalam keadaan apapun.

Mi Aceh merupakan olahan mi kuning tebal yang ditambahkan irisan daging dan makanan laut (udang, kepiting, cumi-cumi, kerang, dan lainnya) yang bisa dinikmati dalam berbagai variasi rasa seperti goreng atau kuah. Mi Aceh juga disajikan bersama emping atau sejenis kerupuk olahan dari biji melinjo, potongan acar bawang merah dan cabe rawit, mentimun serta jeruk nipis.

Mi Aceh – Foto Wanda HP/GenPI Aceh

Sudah kebayangkan? Kira-kira mau mencoba dan mencicip yang mana dulu untuk kuliner ala makanan berat ini, jangan lupa simak juga kuliner lainnya di semarak Pesona Ramadan 2018.

Tinggalkan Balasan