MASIH dalam suasana semarak Pesona Ramadan 2018, kali ini ada kuliner menarik yang ingin kita ulas buat Anda yang sedang liburan ke Kepulauan Seribu alias Kepri.

Terlebih lagi dimomen bulan puasa ini, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kepri telah memberikan 5 rekomendasi kuliner yang bakal bikin buasa puasa kita lebih nikmat, kira-kira ada apa saja ya? Yuk simak bersama.

Gonggong

Ada siput laut atau nama lainnya gonggong, dimana cangkangnya keras bewarna putih kekuningan dan mempunyai isi daging yang kenyal dengan aroma khas. Hewan laut ini mudah sekali ditemukan di perairan Kepri. Konon hanya ada di Kepri.

Gonggong masak atau siap santap banyak dijual di restoran seafood dan rumah makan khas Melayu diberbagai kota di Provinsi Kepri termasuk Kota Tanjungpinang dan Batam.

Biasanya gonggong masak yang dijual di restoran seafood tidak diolah. Hanya direbus saja dengan sedikit garam dan sereh untuk menghilangkan aroma khasnya. Supaya lebih maknyus, daging gonggong dicocol dengan dengan sambal. Biasanya sambal terasi, sambal mangga, sambal jeruk bahkan sambal kacang atau sambal kecap.

Cara menikmatinya cukup unik. Dagingnya harus dikelurakan dari cangkangnya. Untuk mengeluarkan isinya, biasanya dengan menggunakan tusuk lidi yang runcing dan kemudian mencongkelnya hingga keluar. Di restoran sudah disediakan tusuk lidi untuk mencongkelnya.

Otak-Otak Tulang

Otak-otak juga salah satu makanan khas Melayu. Di Kepri, setiap daerah memiliki otak-otak yang khas seperti otak-otak ikan, otak-otak sotong, dan otak-otak tulang. Pada umumnya orang lebih mengenal otak-otak ikan, maka otak-otak tulang khas Seinam Kijang, Kabupaten Bintan, terasa lebih spesial.

Otak otak tulang sendiri terbuat dari ikan-ikan karang yang didapat dari nelayan setempat. Rata-rata nelayan dari pulau-pulau di Bintan Timur seperti Mantang dan Kelong. Ikan kemudian diolah bersama bumbu-bumbu, lalu dibungkus dengan daun kelapa. Kemudian dibakar sampai matang. Saat proses pembakaran, aromanya sudah sangat menggoda.

Otak-otak tulang sangat digemari karena mempunyai cita rasa khas yang berasal dari bumbunya sendiri. Orang Bintan sangat merekomendasi untuk mencicipi otak-otak terbaik yang ada di Kelurahan Seinam, Kecamatan Bintan Timur. Kelurahan ini memang terkenal sebagai sentra penjualan otak-otak di kawasan Kijang.

Setiap akhir pekan selalu menjadi tujuan wisatawan kuliner baik dari seputaran Bintan maupun Tanjungpinang. Sehingga tak heran kalau dalam sehari pada hari Sabtu atau Minggu bisa ludes lebih dari tiga ribu bungkus.

Ikan Asam Pedas

Makanan khas Melayu yang satu ini wajib dicoba saat datang ke Batam atau ke wilayah Kepulauan Riau. Namanya, ikan asam pedas. Melayu memang terkenal dengan masakan asam pedasnya. Ikan yang biasanya dimasak asam pedas bisa ikan laut ataupun ikan air tawar. Ikan asam pedas bisa dimasak tumis atau rebus. Namun, kuahnya tidak relalu kental.

Ikan asam pedas masak tumis menggunakan ikan yang memiliki daging tebal seperti ikan sembilang, ikan lebam, ikan selar, ataupun ikan lainnya yang mempunyai daging tebal. Tetapi kalau ikan yang tidak mempunyai daging terlalu tebal, lebih cocok dimasak rebus seperti ikan dingkis, ataupun ikan lambai.

Ikan asam pedas Melayu didominasi oleh citarasa dari lada hitam dan asam jawa. Selain itu, asam pedas Melayu juga menggunakan cabai kering dan air. Penambahan lada hitam akan membuat kuah lebih terasa pedasnya. Enak disantap saat masih hangat-hangat maupun saat sudah dingin. Rasanya segar dan bikin ketagihan.

Tabel Mando

Masakan satu ini bukan terbuat dari meja (tabel). Kuliner khas Natuna yang satu ini bahan utamanya dari sagu dan ikan sebagai topping atau campuran. Campurannya bisa berupa ikan tongkol, tuna, kepiting, atau gurita. Kemudian diberi bumbu. Maka jadilah Tabel Mando. Anak muda Natuna menyebutnya pizza Natuna karena bentuk dan cara masaknya yang mirip dengan makanan khas dari Italia.

Tidak mudah membuat makanan khas ini, diperlukan pengecapan tinggi, dan keahlian khusus agar rasanya tidak mengecewakan. Tabel mando dimasak seperti membuat pizza atau martabak, hanya menggunakan minyak sedikit dan dipanggang hingga matang. Setelah 10 menit, tabel mando pun siap dinikmati. Santaplah selagi hangat karena bila sudah dingin menjadi keras.

Luti Gendang

Luti gendang adalah kuliner khas Anambas yang dibuat dari olahan tepung terigu, santan, telur, gula dan ibu roti. Ditaburi dan diisi dengan olahan ikan tongkol, cabai, bawang putih dan bawang merah untuk penambah kelezatan dari luti gendang ini. Rasanya sungguh enak!

Nama luti gendang ini pertama kali disebut oleh seorang juru masak peranakan China Melayu Anambas. Pada mulanya bernama roti gendang. Tetapi kebanyakan dari etnis Tiongkok tidak bisa menyembutkan kata roti dengan sempurna maka dari itu jadilah sebutan luti gendang.

Nama gendang sendiri diambil dari bentuk luti/roti ini tadi yang berbentuk seperti alat musik gendang. Luti gendang bisa ditemukan di semua warung/kedai di daerah Anambas. Bahkan luti gendang inipun juga bisa ditemukan di kota-kota besar lainnya di Kepri seperti Batam dan Tanjungpinang.

Bagaimana sudah lihat bukan sajian kuliner dari Kepri ini? Jadi jangan sungkan untuk mencobanya ya. Dan masih ada sajian kuliner lain yang akan kita bahas di semarak Pesona Ramadan 2018, jangan sampai kelewatan.

Tinggalkan Balasan