Sanggar Seni Tompaktige, Mengenal Kebudayaan Anambas

0
10

KESENIAN sejak dulu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, baik itu sebagai hiburan semata atau sebagai alat untuk menghasilkan sesuatu karya. Berbagai jenis kesenian yang kita kenal saat ini seperti seni lukis, seni tari, seni musik, seni kriya, seni peran, seni rupa dan berbagai jenis kesenian lainnya.

Sebuah kesenian yang bekembang saat ini tak lepas dari peranan wadah untuk menampung para pencipta atau penikmat seni. Salah satu wadah yang kita kenal cukup baik dalam mengelola atau menciptakan para seniman adalah sanggar seni.

Dari arti kata sanggar seni merupakan sebuah tempat yang digunakan komunitas untuk berkegiatan seni. Kegiatan didalam sanggar seni bisa berupa pembelajaran tentang seni, penciptaan seni, hingga sampai kepada produksi seni.

Sanggar seni adalah jenis pendidikan nonformal, karena biasa didirikan secara mandiri atau perseorangan. Sistem pembelajaran sanggar seni juga bervariatif tergantung daripada sanggar seni tersebut.

Di Indonesia, sanggar seni cukup bervariatif dan berkembang cukup baik. Dengan latar belakang inilah dibentuknya sanggar seni di Provinsi Kepulauan Riau tepatnya di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sanggar seni Tompaktige didirikan di Tarempa, Kecamatan Siantan Kebupaten Kepulauan Anambas pada tanggal 14 Februari 2018. Sanggar ini bergerak untuk melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional, teater, musik khususnya kesenian tradisional.

Sanggar seni Tompaktige memiliki tujuan untuk memperkenalkan kebudayaan yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas baik ditingkat nasional maupun ditingkat internasional.

Sanggar seni yang dibimbing oleh Galang Afrian yang sekaligus sebagai ketua ini beralamat di jalan Pemuda No.63 Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Saat dihubungi melalui WhatsApp, Ketua Galang Afrian menyampaikan harapan terhadap dibentuknya sanggar seni tompaktige ini.

“Semoga banyak generasi muda yang sadar untuk mempertahankan tradisi dan nilai-nilai budaya melayu, karena zaman sekarang ini generasi muda hampir bahkan sudah melupakan nilai-nilai tradisi,” ujarnya.

Galang juga menambahkan, agar sanggar Tompaktige dapat melahirkan bibit-bibit yang mempunyai jiwa sadar akan tradisi dan nilai-nilai budaya serta dapat melahirkan SDM yang berkualitas dalam berkesenian khususnya seni tari.

Harapan Galang sebagai ketua sanggar seni Tompaktige kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, kedepan agar bisa merangkul sanggar-sanggar yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas dan semakin banyaknya event kesenian yang melibatkan sanggar seni.

Galang juga menyampaikan bahwa sanggar Tompaktige sudah mengikuti beberapa event, seperti Malam Pentas Forum Anak, Festival Padang Melang, Pagelaran Seni Melayu, dan banyak lagi agenda kesenian yang pernah diikuti.

Tinggalkan Balasan