1.144 Pelari dari 38 Negara Siap Adu Cepat di Rinjani 100

Inilah magnet Rinjani yang telah masuk menjadi bagian dari UGG. Jumlah peserta yang ambil bagian pada event Rinjani 100 tahun ini melonjak

0
8

LOMBOK – Masuknya Gunung Rinjani dalam UNESCO Global Geopark (UGG) terbukti membawa berkah. Hal ini terlihat dari membludaknya peserta lomba lari internasional Rinjani 100. Tercatat, 1.144 pelari dari 39 negara akan beradu kecepatan pada event yang akan di helat pada 4-6 Mei mendatang.

“Inilah magnet Rinjani yang telah masuk menjadi bagian dari UGG. Jumlah peserta yang ambil bagian pada event Rinjani 100 tahun ini melonjak. Sebab, pada event yang sama tahun lalu, Rinjani 100 masih diikuti 610 pelari,” kata Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana yang didampingi oleh Asisten Deputi Pemasaran Area I Regional III Ricky Fauziyani, Rabu (2/5/2018).

Berbagai persiapan telah dilakukan Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mensukseskan event tersebut. Semua dipersiapkan semaksimal mungkin. Sehingga lebih baik dibanding penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang mendapat perhatian, adalah pembenahan jalur trekking. Juga penambahan toilet hingga penyediaan toilet portable. Masalah pengamanan telah dikondisikan Polda NTB.

“Untuk aksesibilitas sudah tidak ada masalah, semua sudah ready. Begitu juga untuk toilet. Dispar NTB sudah menyiapkan sebaik mungkin bersama stakeholder lainnya,” timpal Asisten Deputi Pemasaran Area I Regional III Ricky Fauziyani.

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB Lalu Muhammad Faozal menambahkan, Dispar NTB mendukung penuh kegiatan Rinjani 100 karena memiliki nilai ekonomi yang positif bagi masyarakat.

Faozal mengatakan, atlet yang akan turun di Rinjani 100 juga menjadi wisatawan yang mengisi setiap penginapan, restoran, dan berbelanja di kawasan Sembalun.

“Selain menjadi atlet di Rinjani 100, para atlet ini juga menjadi wisatawan pastinya. Tentunya mereka juga akan mengisi penginapan, serta oleh-oleh. Begitu juga sektor kuliner yang akan ikut merasakan imbasnya,” ungkap Faozal.

Ramainya peserta yang ambil bagian juga tidak disia-siakan Dispar NTB. Momentum Rinjani 100 akan dimanfaatkan Dispar NTB untuk menggelar expo kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat di Sembalun. Expo tersebut akan dilaksanakan 5-6 Mei 2018.

“Ini merupakan momentum yang baik untuk mempromosikan pariwisata NTB. Dengan diadakannya expo kegiatan budaya, potensi pariwisata NTB akan semakin terangkat lagi,” ujar Faozal.

Sementara itu, General Manager Rinjani 100, Andy Hadianto, menjelaskan, untuk kategori lari masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni 100 K, 60 K, 36 K dan 27 K.

“Kalau pada 2017 jumlah perserta 600 orang. Sekarang dari 38 negara dan 1.144 peserta. 100 orang peserta lokal. Selebihnya, berasal dari luar NTB dan luar negeri,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan untuk race sendiri dilaksanakan dua hari pada Sabtu dan Minggu 5-6 Mei 2018. Sedangkan khusus untuk kategori 60 dan 100 km, akan diikuti oleh pelari yang pernah finish pada Rinjani 100 K tahun sebelumnya.

“Untuk 27 dan 36 K start di Senaru. Dan 60 dan 100 di Sembalun. Ada 440 peserta yang ikut kategori 60 dan 100. Sedangkan 400an orang yang ikut 36 K, sedangkan nomor 27 K hanya diikuti pemula,” katanya.

Peserta lari nomor 36, 60, dan 100 km akan melakukan start Jumat (4/5) malam, pukul 23.30. Sedangkan peserta 27 km start pada Sabtu pagi. Seluruh peserta akan finish peserta pada Sabtu. Kecuali pelari 100 K yang finish di Minggu siang.

Apresiasi diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya atas kembali digelarnya Rinjani 100. Ajang ini merupakan salah satu bukti konkrit keseriusan NTB dalam mempromosikan pariwisata. Apalagi kali ini modal NTB telah bertambah dengan masuknya Gunung Rinjani ke dalam bagian geopark dunia.

“Modal NTB sudah sangat kuat. Kini saatnya NTB berakselerasi menggeber sektor pariwisata. Yang tentunya akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat,” ujar Menteri asal Banyuwangi tersebut.

Menpar menekankan, sport tourism merupakan cara efektif untuk mempromosikan pariwisata berbagai daerah di Indonesia. Apalagi atlet-atlet negara asing selalu antusias mengikuti ajang sport tourism di Indonesia.

“Event seperti ini efektif karena nilai media value atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang,” ujarnya.

Mengapa indirect atau media value lebih besar? “Karena promosi Rinjani dan Wonderful Indonesia, dilakukan media-media dalam dan luar negeri. Ada value yang memang diinvestasikan kembali untuk memperbesar brand. Dan itu dilakukan secara massif sejak pra event, on even dan post event. Ini yang luar biasa,” ungkap Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan