UBUD – Bali Spirit Festival resmi dihelat. Pada pelaksanaan even tahun ke-11 ini, lokasi kegiatan kembali ke tempat awal. Hal itu juga melatarbelakangi tema, Bali Spirit Festival “Kembali ke Akar”.

Even yang menjadi pelopor festival holistik di Bali tersebut menggabungkan antara yoga, tari dan musik ini mendapatkan apresiasi sebagai 5 festival holistik terbesar di Asia.

Festival holistik sendiri merupakan festival kebudayaan yang berselaras terhadap alam. Selain itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga memasukannya dalam 100 festival besar di Indonesia. Tahun ini Bali Spirit Festival berlangsung sejak 2 – 8 April 2018.

“Awal melaksanakan kegiatan ini, saya merasa tak yakin karena hanya ada 100 orang. Namun berkat kekuasaan yang di atas, Bali Spirit Festival berhasil tercipta,” kata Made Gunarta, founder Bali Spirit Festival dalam pembukaan yang digelar di Yoga Barn, Ubud Bali, Senin (2/4/2018).

Saat ini, sebut Ginarta terdapat 270 relawan dari puluhan negara datang membantu kegiatan.

“Mereka bekerja betul-betul tanpa dibayar, tanpa keterlibatan semua relawan Bali Spirit Festival tidak akan besar,” jelas Made Gunarta.

Made berharap ke depannya Bali Festival makin lebih baik dan memberikan efek ganda pada banyak hal di Bali.

“Jangan sampaikan apa yang Anda rasakan di Bali Spirit Festival, namun beri masukan apa yang akan kita lakukan untuk berikutnya,” tutupnya sambil melempar beberapa candaan ke pengunjung yang didominasi bule.

Tema “Kembali ke Akar” pula selain mengembalikan tempat acara di Bhanuswari Resort dan Spa, Tengkulak, Sukawati, Gianyar Bali. Tema kali ini juga memiliki makna kembali ke rumah dan meninggalkan semua masalah dengan musik dan tari, jelas pembawa acara.

Esthy Reko Astuti, ketua pelaksana mengharapkan Bali Spirit berjalan baik. Pemerintah, sebut Ataf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural sangat mendukung festival dan destinasi di Indonesia. Sesuai targetnya, Kemenpar menargetkan 7 juta wisatawan asing kunjungi Bali di tahun 2018 dan yakin Bali Spirit Festival mampu memberikan peran tersebut.

Salah satu peserta dari Australia, Bendi MCall menyebutkan ia merasakan kedamaian dan ketenangan di Bali. Hal itu dibuktikan dengan perpanjangan visa di paspor. Ia menyebutkan telah enam kali nengikuti Bali Spirit Festival dan akan terus ikut.

“Yoga di Bali itu sehat dan menyenangkan. Cocok untuk semua umur,” jelas pria yang sudah cukup berumur itu tersenyum.

Pasca-pembukaan acara, penampilan musik dan tari budaya Bali serta seluruh dunia, menghentak dan membius pengunjung untuk ikut di dalamnya.

VIATandri Eka Putra
SHARE
Admin
GenPINews.com merupakan buah karya dari Generasi Piknik Indonesia yang dikelola oleh Tim Redaksi GenPI News Indonesia dengan jaringan yang ada di seluruh Indonesia.

1 COMMENT

Leave a Reply