Nikmatnya Berwisata Rasa Rumah Sendiri di Bangka Culture Wave Festival 2018

Bangka Culture Wave Festival akan menampilkan beragam pameran, bazar, parade lampion, hingga pertemuan para komunitas. Ada satu event yang tidak boleh dilewatkan nih. Yaitu tradisi pelepasan penyu ke laut.

3
28

BANGKA – Berkunjung ke destinasi wisata, sering membuat kita kangen dengan suasana rumah. Tapi coba deh datang ke Bangka Culture Wave Festival 2018. Nikmati sensasi berwisata tapi berasa di rumah sendiri.

Acara keren ini akan menampilkan beragam keramahan. Bangka Culture Wave Festival 2018 juga menyajikan aneka ekspresi kebudayaan. Jangan lewatkan tanggalnya ya guys, 4 hingga 5 April 2018.

Buat yang belum tahu, Bangka Culture Wave Festival adalah acara tahunan. Event ini digulirkan sejak 2015. Penyelenggaraannya dilakukan bergilir di Pangkal Pinang, Muntok. Temanya juga sangat beragam. Dari Naga Penyu, Akademi Budaya Cheng Ho Dunia, Ibu Bumi.

“Bangka selalu memberikan kenyamanan. Saat wisatawan di sini, mereka seperti ada di rumah sendiri. Bangka Culture Wave Festival suasananya unik. Kondisi ini sengaja diciptakan agar para wisatawan tidak merasa asing,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bangka, Asep Setiawan.

Tahun ini, Bangka Cultural Wave Festival digelar di Tongacie de’Locomotif, Sungailiat, Bangka. Di tempat ini, wisatawan akan mendapatkan paket wisata komplit.

Dan yang pasti, Tongacie itu sangat instagramable. Cocok buat kamu yang kekinian. Pantainya juga cocok untuk memanjakan adrenalin. Karena sudah dilengkapi fasilitas jet ski, para sailing, banana boat, parimata, hingga diving.

“Fasilitas di sana sangat lengkap. Banyak ornamen yang instagramable. Untuk fasilitas di pantai juga lengkap. Kami yakin, festival ini menjadi tempat berlibur yang sangat menarik. Pasti banyak wisatawan yang akan berkunjung ke sini,” katanya.

Sedangkan tema yang diangkat adalah Coming Home. Tema ini sekaligus menegaskan keramahan Bangka.

“Kami mengambil tema Coming Home untuk tahun ini. Harapannya agar siapapun yang berada di sini benar-benar seperti di rumah sendiri. Wisatawan bisa kerasan dan tidak canggung membaur dengan para warga. Bagi warga Bangka yang diperantauan juga saatnya pulang. Sebab, festival kali ini sangat meriah,” lanjutnya lagi.

Guys, pada tahu ngga sih, tema ini untuk mewakili masyarakat Bangka yang sangat menghormati setiap pendatang. Layanan terbaik juga selalu mereka berikan. So, jangan pernah takut melangkahkan kaki ke Bangka.

Menurut Asep, masuknya Bangka Culture Wave Festival dalam kalender event nasional, menjadi keuntungan lebih. Oleh karena itu, berbagai event menarik sudah disiapkan.

Bangka Culture Wave Festival akan menampilkan beragam pameran, bazar, parade lampion, hingga pertemuan para komunitas. Ada satu event yang tidak boleh dilewatkan nih. Yaitu tradisi pelepasan penyu ke laut. Dijamin seru deh.

Tapi, acara wajib untuk disaksikan adalah seni budaya. Untuk urusan ini, Bangka adalah gudangnya.

Bangka memiliki tari tradisional Sepen dengan unsur gerak pencak silat. Ada juga Tari Men Sahang Lah Mirang, Campak, juga Beripat. Tarian yang terakhir ini cukup unik. Karena, Beripat diwarnai pamer kekuatan laki-laki. Caranya, saling memukul dengan memakai rotan.

Budaya lainnya adalah Sepintu Sedulang, Buang Joang, Resbo Kasan, juga Ceriak Nerang. Tidak hanya itu, berbagai ekspresi kebudayaan akan dikemas dengan konsep teatrikal unik. Sedangkan pertunjukan musik tari dilakukan seniman terbaik lokal dan mancanegara. Kalau tidak percaya, coba aja buktikan.

“Semua budaya modern dan tradisional akan ditampilkan. Seni dance dan beragam karifan lokal akan dipadukan. Secara prinsip, kami siap mengakomodir beragam ekspresi budaya. Kami yakin nuansanya akan semakin kuat. Sebab, venue di sini sangat mendukung,” tegas Asep.

Bangka Culture Wave Festival 2018 diharapkan turut merangsang peningkatan wisatawan. Sebab, tahun 2017 lalu tren kunjungan wisatawan ke Bangka mengalami kenaikan 21,72%. Total ada 367.084 wisatawan yang ke sana.

Dari jumlah itu, 7.183 merupakan wisatawan mancanegara (wisman), lalu 359.901 orang wisatawan nusantara (wisnus). Untuk jumlah kunjungan wisatawan di 2016 berkisar 295.688 orang.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, festival harus didukung karena level dunia.

“Bangka Cultural Wave Festival ini memang kelas dunia. Selalu ramai dikunjungi wisatawan. Beragam atraksi yang ditawarkan di sana memang menarik. Konsep tersebut didukung kemudahan aksesibilitas dan akomodasinya,” kata Menpar.

Secara geografis, Sungailiat ini hanya berjarak 30 kilometer dari Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Transportasi menuju ke Kota Sungailiat juga mudah karena akses darat sangat lancar. Lama perjalanan sekitar 1 jam. Kelebihannya, jalan darat ini akan menyajikan view pantai yang eksotis.

Untuk penginapan, harga yang ditawarkan pun ramah. Pesona Bay Sea View Hotel menawarkan bujet Rp661 ribu per malam, lalu Novotel Bangka dibanderol Rp550 ribu. Harga Rp537 ribu jadi penawaran Puri Ansel Villas. Parai Beach Resort & Spa dibanderol Rp490 ribu atau Tanjung Pesona Beach Resort dihargai Rp455 ribu.

“Pokoknya rugi kalau tidak berkunjung ke festival ini. Sebab, aspek 3A-nya memang sangat bagus. Dan dengan konsep yang berbeda-beda, festival ini tidak akan membosankan. Segera saja atur perjalanan ke sana. Enjoy Bangka,” pungkasnya.

3 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan