MATARAM – Awal maret 2018 ribuan orang akan berkumpul di Pantai Selatan Pulau Lombok. Telah menjadi kegiatan tahunan dari masyarakat Lombok, untuk berkumpul di pantai selatan demi menanti datangnya cacing (nyale) laut. Tradisi ini dikenal dengan nama bau nyale. Bau nyale bukan sekedar kegiatan menangkap cacing, melainkan terdapat nilai historis yang begitu kuat dan melekat di dalam masyarakat yang hingga saat ini dikenal dengan cerita “Putri Mandalika”.

Cerita Putri Mandalika secara singkat merupakan cerita tentang pengorbanan seorang putri cantik yang menjadi idaman para pangeran di jaman kerajaan dulu. Namun, untuk menghindari pertikaian yang mungkin dapat terjadi karena memperebutkan dirinya, maka sang putri memutuskan untuk mengorbankan dirinya ke laut.

Cerita ini terus berkembang di dalam masyarakat Lombok, dan menurut ceritanya, semenjak kepergian sang putri, setiap tahunnya sang putri akan kembali namun dalam bentuk cacing. Sehingga sejak saat itulah pada setiap awal tahun masehi yang disesuaikan dengan penanggalan Sasak (suku asli Lombok), masyarakat berbondong-bondong akan berkumpul ke Pantai Selatan Pulau Lombok untuk menangkap cacing atau nyale. Maka dikenallah kegiatan ini dengan nama “Bau Nyale”.

Rangakain kegiatan Bau Nyale akan terpusat di Kawasan Mandalika, Lombok Tengah dan kick-off kegiatan akan berlangsung pada 20 Februari 2018 berlangsung di Pantai Kuta-Mandalika, Pantai yang mulai disorot setelah Presiden Joko Widodo membuat vlog singkat yang ditemani oleh Bapak Gubernur NTB. Setelah kick-off, akan dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung sebelum menuju kegiatan puncak yang akan berlangsung pada tanggal 6 Maret 2018 berlokasi di Pantai Seger, Lombok Tengah.

Pada malam puncak Festival Pesona Bau Nyale yang akan berlangsung pada malam hari tanggal 6 Maret 2018 ini. Akan ditampilkan beragam penampilan seperti Drama Kolosal bertemakan Putri Mandalika, Penobatan Putri Mandalika, Tarian, Gendang Beleq serta hiburan lainnya.

Penetapan malam puncak Festival Pesona Bau Nyale diputuskan berdasarkan sangkep warge’ atau rapat penetuan tanggal pelaksanaan malam puncak yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh budayawan, tokoh adat dan sesepuh adat lainnya. Tanggal puncak pengambilan nyale jatuh pada tanggal 7 Maret 2018 dini hari.

Kegiatan Bau Nyale dari tahun ke tahun selalu berkembang. Berawal dari kegiatan tingkat RT, kegiatan tingkat dusun, tingkat desa, kabupaten bahkan hingga tingkat provinsi. Berbagai rangkaian kegiatanpun dilaksanakan, yang intinya berhubungan dengan adat masyarakat Lombok. Bahkan setiap tahunnya, selalu dilaksanakan “Pemilihan Putri Mandalika” dan setiap tahunnya kegiatan puncak dari bau nyale selalu dilaksanakan di salah satu pantai di bagian selatan Pulau Lombok, yaitu Pantai Seger yang di mana di pantai ini juga terdapat Patung Putri Mandalika dengan tiga pangeran yang mengejarnya.

Pada tahun 2018 ini, kegiatan Bau Nyale telah ‘naik kelas’, jika pada tahun sebelumnya kordinasi kegiatan ini hanya setingkat Dinas Pariwisata NTB, namun pada tahun ini Bau Nyale telah menjadi bagian dari 100 Wonderful Event Kementerian Pariwisata, sehingga tingkat kordinasinya dilakukan hingga Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Ini artinya, Bau Nyale tidak sekedar event untuk masyarakat lokal, melainkan bau nyale sudah seharusnya dijual lebih luas lagi untuk mendatangkan wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara. Maka, dari segi nama kegiatanpun untuk tahun 2018 berubah menjadi Festival Pesona Bau Nyale 2018 dengan tema The Greatness Of Lombok Culture.

Menurut keterangan yang didapat dari Kadispar NTB beberapa waktu lalu saat melakukan rapat kordinasi di Hotel D’max Praya,Beliau mengungkapkan, terdapat proses panjang yang dilalui hingga akhirnya bau nyale mampu menjadi bagian dari 100 wonderful event kemenpar. Terdapat kurator-kurator professional yang melakukan kurasi, dan tentunya ini merupakan suatu kebanggan bagi NTB.

Untuk meramaikan kegiatan Festival Pesona Bau Nyale 2018, Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata NTB, dan Pemerintah Daerah Lombok Tengah dengan bantuan beberapa pihak telah menyiapkan beragam rangkaian kegiatan, yang tentunya sangat menarik untuk dijadikan bagian dari pengisi waktu liburan selama berada di Lombok.

Beragam kegiatan yang akan berlangsung Setelah kick-off adalah sebagai berikut :

International Beach Volley Ball Competition
Waktu : 24 Februari – 4 Maret
Lokasi : Pantai Seneg – Lombok Tengah
Pukul : 08.00 wita

Mandalika Ethno Performance
Waktu : 4 Maret 2018
Lokasi : Pantai Seneg – Lombok Tengah
Pukul : 19.00 wita

Mandalika World Music Festival
Waktu : 5 Maret 2018
Lokasi : Pantai Seneg – Lombok Tengah
Pukul : 19.00 wita

Surfing Contest
Waktu : 4 Maret 2018
Lokasi : Pantai Seger – Lombok Tengah
Pukul : 08.00 wita

Peresean
Waktu : 1 – 5 Maret 2018
Lokasi : Pantai Seneg – Lombok Tengah
Pukul : 16.00 wita

Culinary Festival
Waktu : 6 Maret 2018
Lokasi : Pantai Seger – Lombok Tengah
Pukul : 16.00 wita

Pemilihan Putri Mandalika
Waktu : 6 Maret 2018
Lokasi : Pantai Seger – Lombok Tengah
Pukul : 20.00 wita

Betandaq
Waktu : 6 Maret 2018
Lokasi : Pantai Seger – Lombok Tengah
Pukul : 22.00 wita

Parade Budaya
Waktu : 5 Maret 2018
Lokasi : Kota Praya – Lombok Tengah
Pukul : 16.00 wita

Mandalika Fashion Carnival & Lomba Foto
Waktu : 5 Maret 2018

Pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale ini merupakan momentum yang tepat untuk dijadikan waktu berlibur, karena pada memont ini para wisatawan bisa menikmati beragam atraksi, selain keindahan alam juga akan ditemani dengan pertunjukan-pertunjukan adat dan budaya, sehingga para wisatawan bisa mengenal Lombok lebih dekat lagi.

Pusat informasi terkait Festival Pesona Bau Nyale bisa diakses di :

Facebook : Wonderful Lombok Sumbawa
Instagram : @Genpilomboksumbawa atau @Baunyale2018
Twitter : @GenPINTB
Website : www.genpilomboksumbawa.com dan www.pesonalomboksumbawa.travel

Tinggalkan Balasan