TANJUNGPINANG – Gelaran Festival Pulau Penyengat semakin meriah. Sedari pagi pada Jumat (16/02/2018) warga terlihat meramaikan lokasi berbagai perlombaan.

Tahun 2018 ini menjadi gelaran ketiga Festival Pulau Penyengat.  Sejak Rabu (14/02/2018) berbagai perlombaan diadakan untuk menghibur warga. Diawali dengan Bazar Kuliner Melayu dan Fashion Show Carnival.

Pada hari Kamis (15/02/2018), ibu-ibu dan bapak-bapak warga pulau mengikuti lomba Berzanji atau sholawatan, Lomba Sampan Dayung, dan lomba membaca Gurindam XII untuk tingkat SMP.

Hari Jumat (16/02/2018) ini warga kembali memeriahkan 4 lomba di 4 lokasi berbeda. Warga terlihat antusias meramaikan halaman Balai Adat untuk mengikuti dan menyaksikan Lomba Kompang Dewasa, semacam marawis yang diikuti oleh 18 grup dari 18 kelurahan.

Sementara di Balai Kelurahan hadir 11 grup dari SMA/SMK se-Kota Tanjunglonang untuk mengikuti lomba Syahril Gurindam XII. Dimulai pukul 09:00 seluruh peserta membuat hadirin yang datang bergeming dari tempat duduknya hingga acara selesai.

Di waktu yang sama, lomba Pangkah Gasing diadakan di lapangan voli Kampung Datok, diikuti oleh 7 grup dari 7 kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau.

Pantauan GenPInews.com, sejak pukul 09.00 WIB warga sudah meramaikan lokasi lomba. Warga yang terdiri dari orang tua dan anak-anak begitu antusias menyaksikan lomba.

Salah satu warga yang juga anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Penyengat, Raja Farul mengatakan kegiatan di tahun ketiga ini semakin seru. “Ada keterlibatan warga di seluruh rangkaian acara, dari anak-anak hingga orang tua antusias mengikuti dan menyaksikan lomba,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi lomba Syahril Gurindam XII.

Seorang wisatawan berdarah Indonesia yang tinggal di Vietnam, Feny Rionita (27) bahkan sampai sengaja hadir. Menurutnya, sangat menyenangkan dalam satu hari dapat menyaksikan berbagai kekayaan budaya Melayu di Pulau Penyengat. “Di pulau ini dulunya ada raja, ada penyair, dan ada peperangan, ada juga peninggalan masjid dan benteng yang masih bisa kita lihat sekarang,” paparnya.

“Datang di saat festival kita bisa menyaksikan secara langsung peninggalan budaya Melayu yang harus kita jaga bersama. Seperti syair Gurindam XII, berzanji, dan kompang. Serta permainan tradisional yang sangat menghibur warga segala usia,” Feny melanjutkan.

Feny berharap akan semakin banyak lagi wisatawan yang datang ke Kepulauan Riau, khususnya datang ke Pulau Penyengat. “Ayo kawan-kawan, datang ke Pulau Penyengat,” ujarnya.

 

SHARE

Leave a Reply