TOBA – Bandara Silangit menjadi pintu gerbang keindahan Danau Toba. Memasuki terminal kedatangan pengunjung langsung disambut dengan suasana khas Batak. Apalagi arsitektur Bangunan terminal yang dirancang menggambarkan rumah khas Batak, seolah olah Tanah Batak menyambut pengunjung dengan keunikannya. Horas!

Keluar dari pesawat, pengunjung akan merasakan kesegaran udara khas pegunungan. Di sekitar bandara, suhu pada malam dan pagi hari bisa mencapai 14 derajat celcius. Sedangkan siang hari rata rata suhu udara 25 derajat celcius.

Di terminal kedatangan, pengunjung disuguhkan informasi tentang destinasi wisata di Kawasan Danau Toba. Ada Huta Ginjang, Dolok Tolong, Silalahi Dairi, Tele, serta destinasi lainnya. Semuanya lengkap dengan keterangan serta jarak tempuh dari bandara. Jangan sungkan bertanya ke petugas bandara, karena semuanya dilatih untuk memberikan informasi dan pelayanan prima kepada pengunjung.

Kalau mau mencari oleh oleh khas batak, jangan khawatir, di Bandara tersedia pusat oleh oleh yang dikelola Dekranasda. Kalau mau tahu apa oleh oleh khas Batak, silahkan kunjungi dan tanya sendiri kekhasan Sumatera Utara.

Manajemen Angkasa Pura 2 juga paham dengan kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi melalui media sosial dan internet. Karena itu bandara ini menyediakan layanan wifi gratis kepada pengunjung.

Bandara Internasional Silangit diresmikan pada bulan Oktober Tahun 2017. Sejak itu sejumlah maskapai seperti Garuda Indonesia, Batik Air, Sriwijaya Air dan Wings Air, melayani penumpang dari dan ke Jakarta serta Medan. Setiap hari 5 sampai 8 pesawat berlalu lalang di Bandara ini. Setiap hari setidaknya jumlah penumpang yang dilayani mencapai 1000 penumpang.

Bandara Silangit saat ini, memiliki panjang runway 2.650 Meter. Dengan runway tersebut bandara ini sudah bisa didarati oleh pesawat jenis air bus. Rencananya runway akan diperpanjang menjadi 3200 meter dan lebar 45 meter. Pengerjaan terus dikebut untuk melayani pengunjung.

“Angkasa Pura 2 terus melakukan pembenahan, termasuk peningkatan fasilitas bandara, seperti runway, terminal dan moda transportasi darat, sehingga pengunjung merasa nyaman dan puas di Bandara,” ungkap Eri Braliantoro, GM AP2 Bandara Silangit.

Sementara itu, Bandara yang berlokasi di Siborong-borong ini, tahun 2018 akan ditargetkan mampu melayani 400 ribu penumpang per tahun. Peningkatan target tersebut akan berkorelasi dengan perluasan terminal yang saat ini tengah dirancang pembangunannnya.

Keberadaan Bandara Silangit mempertegas posisi Toba sebagai salah satu 10 Bali baru Indonesia. Silangit merupakan salah satu cara untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Selama ini jika perjalanan ditempuh lewat darat, akan menghabiskan waktu hingga 6 jam dari Medan. Sedangkan dari Silangit, Toba bisa diakses hanya dalam 1 jam saja.

“Sejak Silangit diresmikan Bulan Oktober jumlah wisatawan manca negara terus meningkat, apalagi wisatawan nusantara,” sambung Eri Braliantoro.

Sementara itu masyarakat mengaku sangat terbantu dengan keberadaan bandara, sehingga akses masyarakat lebih mudah dan lebih murah. “tidak hanya soal akses tapi dengan adanya bandara ini secara tidak langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Feri, salah seorang warga Balige.

Bandara Silangit adalah salah satu bandara yang memang dirancang khusus untuk pariwisata. Karena itu selain menyediakan fasilitas kelas internasional, pelayanan yang diberikan juga pelayanan nomor satu. Ayo terbang ke Bandara Silangit, dan nikmati pesona Danau Toba yang menawan.

Pintu Gerbang Tanah Toba, Bernama Bandara Silangit Tapanuli Utara_genpi_2

SHARE
Admin
GenPINews.com merupakan buah karya dari Generasi Piknik Indonesia yang dikelola oleh Tim Redaksi GenPI News Indonesia dengan jaringan yang ada di seluruh Indonesia.

Leave a Reply